Jumat, 13 Agustus 2010
Pilkada Tangsel, Lurah Sudah Dipaksa untuk Suksesi Airin Rachmi Diany
Pilkada Tangsel, Lurah Sudah Dipaksa untuk Suksesi Calon Tertentu
Rabu, 12 Mei 2010, 02:51 WIB
Sumber: http://www.berita8.com/news.php?tgl=2010-05-12&cat=1&id=22030
Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Tangerang Selatan dinilai sudah tidak netral lagi dalam menghadapi pemilihan walikota dan wakilnya pada Oktober 2010 mendatang.
Hal ini dikatakan oleh salah satu tokoh masyarakat Ceger, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Hasyim Suwandiansyah, 'Kalau di wilayah ini sudah tak asing lagi kita dengar PNS dari Lurah sampai Camat sedikit yang netral, selebihnya kampanye buat salah satu calon,' katanya, Selasa malam (11/5/2010).
Bahkan menurutnya, ada salah satu lurah yang ketakutan jika tidak membantu menyukseskan salah satu calon tersebut bakalan dilengserkan dari jabatan sebagai lurah.
'Kemarin saya dapat laporan lurah disini sudah ditekan secara politik oleh atasannya, untuk membantu calon tertentu,' tandas Hasyim.
Larangan PNS mengikuti aktifitas politik diatur dalam PP 37 Tahun 2004, dimana PNS yang mengikuti kegiatan politik atau menjadi suksesi dalam proses momentum pemilu dapat dipecat secara tidak hormat atau mengundurkan diri.
Maka jika terbukti melanggar hal tersebut juga jelas bertentangan dengan UU 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.(Fz/Son/Dod)
Cara NU untuk Mencari Keputusan dalam Kembali Berjihad di Tangsel 2010 (Banten): Marissa Haque
Sumber: http://marissa-haque-universitas-trisakti.blogspot.com/2010/07/cara-nu-untuk-mencari-keputusan-dalam.html
JAKARTA- Marissa Haque tak pernah bisa jauh-jauh dari aktivitas politik. Saat ini artis yang juga mantan anggota DPR itu tengah memberikan atensinya terhadap pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) perdana Tangerang Selatan. Sebagai bagian dari Provinsi Banten, Tangerang Selatan adalah kota baru hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang pada 2008.
Sabtu lalu (17/7), misalnya, dengan didampingi sang suami, rocker Ikang Fawzi, Marissa tampak melebur dengan Pemuda Integritas Tangerang (Pita) Selatan. “Saya memang sangat mendukung gerakan mereka,” kata Marissa saat dihubungi tadi malam (18/7).
PITA Selatan dibentuk puluhan organisasi kepemudaan (OKP) yang berada di daerah tersebut. Di antaranya adalah Gerakan Pemuda Anshor, Gerakan Pemuda Al-Wasliyah, Pelajar Islam Indonesia (PPI), Generasi Muda Buddhis, Pemuda Katolik, serta Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).
Lembaga baru itu menjadi wadah penjaringan khusus bagi calon perseorangan yang tidak memiliki kendaraan politik. Hadirnya Marissa di acara Pita Selatan apakah mengindikasikan niatnya untuk ikut maju sebagai kandidat. “Sampai detik ini jawaban saya masih nggak mau,” tegas Marissa.
Dia menandaskan sama sekali tidak haus dengan kekuasaan atau popularitas. “Saya bergerak bukan untuk maju. Saya siap memberikan dukungan kepada calon lain yang lebih baik,” tutur Marissa.
Dia hanya berharap Tangerang Selatan bisa tampil sebagai centre of excellence. Untuk itu, diperlukan kepemimpinan yang benar-benar tepat.
Perjalanan politik Marissa sendiri cukup dinamis. Setelah sukses di panggung hiburan sebagai artis papan atas, dia terpilih sebagai anggota DPR periode 2004-2009 dari PDIP. Namun, Marissa “dipaksa” meninggalkan parlemen pada akhir 2006 setelah menerima pinangan PKS untuk maju sebagai calon wakil gubernur Banten, berpasangan dengan Zulkieflimansyah.
Hasilnya tidak menggembirakan. Duet Zulkieflimansyah-Marissa dikalahkan pasangan Ratu Atut Chosiyah-M. Masduki. Meski begitu, Marissa tetap tidak patah arang. Pada Pemilu 2009, wanita kelahiran Balikpapan, 15 Oktober 1962, itu maju sebagai caleg DPR dari PPP. (pri/c9/tof)
Short URL: http://radarcirebon.com/?p=575
(marissa haque memutuskan dengan cara nahdatul ulama untuk tangsel 2010)
Manajemen Modern Pasar Segar Graha Raya Bintaro: Marissa Haque & Ikang Fawzi
Sumber: http://marissa-haque-info-tangsel.blogspot.com/
Pasar Segar Graha Raya Bintaro kini berada di Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Tentu sebagai salah satu keluarga muda Indonesia yang tinggal lama di Bintaro—20 tahunan—kami dari Pelangi Bintaro No.9, Jl. WR Supratman, Rengas, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, merasa sangat berbahagia. Karena pasar tradisional yang bersih dan nyaman adalah dambaan hamper seluruh ibu rumah tangga muda modern yang bertempat tinggal hamper diseluruh wilayah pemekaran ini. Oleh sebab itu, pasar tradisional yang tetap dipertahankan keberadaannya namun tak meninggalkan sentuhan modern didalam manajemennya adalah langkah marketing strategic manusiawi yang sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.
Perusahaan properti BSA Land, kembali mengembangkan pasar tradisional yang dikelola dengancara manajemen modern, setelah sukses sebelumnya di Bekasi, Depok, Cengkareng, Manado, juga Makasar. Diatas lahan seluas 1,95 hektar dengan membangun bangunan pasar seluar 6.900 meter persegi resmi dibuka pada tanggal 24 Juli 2010 lalu oleh Dirutnya bernama Saleh Asmawi. Terdiri dari 70 unit ruko, 318 unit kios, dan 240 lapak berisi tingkat hunian/occupancy rate hanpir penuh 100%. Termasuk didalamnya tempat khusus pemotongan unggas dengan cara halal dan insya Allah sekaligus thoyib.
Yang menjadi diferensiasi dari Pasar Segar Bintaro ini adalah bahwa area lapak-lapak pasar tersebut dipisahkan dengan area kering dan basah, sehingga memudahkan bagian cleaning service untuk membersihkan setiap saat sehingga kesegaran mampu tetap dipertahankan. Tujuannya adalah agar kondisi pasar tetap bersih dan tidak becek seperti pasar tradisional umum lainnya tanpa sentuhan modernisasi.
Niat baik dari manajemen pasar ini yaitu jajaran manajemen BSA Land mengaku telah berpengalaman dibidang pengembagan bisnis properti residensial sekaligus komersial. Kali ini mereka melakukan pengembangan bisnis propertinya di wilayah Bintaro, daerah administratif kota Tangerang Selatan, Banten.
Indonesia Negara Curang, Membiarkan Airin Rachmi Diany dalam Politik Dinasti Merampok Tangsel
Situs Pemkot Tangsel Secara Curang Tersistem Tampilkan Slogan Politik Airin Rachmi Diany
Dugaan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Tangerang Selatan sudah tidak netral lagi dalam poroses pilwalkot Tangsel, Banten, sedikit terkuak dengan adanya slogan politik calon tertentu di situs resmi pemerintahan.
Dari penelusuran Berita8.com, Rabu (12/5/2010) disitus pemkot Tangerang Selatan, tangerangselatankota.go.id terlihat dalam foto slogan Mari Menata Tangsel dengan tulisan sebuah situs www.info-airin.com, entah disengaja atau tidak yang jelas, terlihat sekali ada 'himbauan' untuk mendukung calon tersebut.
Tak hanya disitus pemkot, di situs kecamatan Pondok Aren kec pondok aren.org, foto-foto Airin Rachmi Diany terpampang disitus tersebut, padahal jika di gali masih banyak anekaragam foto-foto tidak bernuansa politis di Pondok Aren.Airin Rachmi Diany bukanlah seseorang pejabat di pemerintahan Tangerang Selatan bahkan seorang PNS saat ini, namun karena pengaruh kekerabatan Gubenur Banten, nama Airin "ditakuti" oleh sebagian para pejabat Tangerang Selatan.
Laporan para PNS dan pejabat di Tangsel diduga tidak netral lagi, beredar dalam beberapa satu bulan belakangan ini, bahkan masyarakat dan tokoh Betawi di wilayah Tangsel kini sudah mengeluh akibat adanya pejabat pemerintahan sudah tidak netral lagi.(Fz/Son/
Hj. Marissa Haque Fawzi: Pemimpin Bertangan Bersih Bermanfaat bagi Ummat
Fastabiqul Khairat
''Berlomba-lomba dalam kebaikan.'' Ajaran Islam itu terus dipegang teguh Hj. Marissa Haque Fawzi. Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang public figure menjadi duta ekonomi syariah, Duta Waqf Fund Indonesia, menjadi pengajar tamu diberbagai univesitas negeri maupun swata, wanita kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur 15 Oktober 1962 itu masih menyempatkan diri aktif dalam berbagai kegiatan hukum-gender-sosial-kemasyarakatan, serta pelatihan leadership/kepemimpinan. Hj. Marissa Haque Fawzi juga menekankan arti pentingnya memulai sebuah kegiatan dengan hati bersih, langkah kanan serta dimulai dengan tujuan hablum minallah serta hablum minannas tanpa dana korupsi. Hj. Marissa Haque Fawzi juga selalu mengingatkan didalam pelatihan-pelatihannya, bahwa korupsi di Indonesia sudah semakin kronis yang diduganya dilakukan dengan cara sangat sistemik. Mulai dari oknum yang pernah Berjaya dimasa lalu sampai dengan oknum yang dikarbit oleh sisa rezim masa lalu dengan memakai dana APBD yang memaksakan menjadi pemimpin disuatu daerah.
Hj. Marissa Haque Fawzi berkiprah dan mendedikasikan dirinya dalam beragam kegiatan kepemudaan positif, yang bersifat independen maupun ormas dan orsospol. Seperti misalnya membina para: ikatan pemuda NU (Nahdatul Ulama), ikatan pemuda Muhammadiyah, ikatan pemuda Katolik, ikatan pemuda Budha, ikatan pemuda Hindu, ikatan pemuda Kristen Protestan, dalam Pemuda Integritas Tangerang Selatan. Juga bimbingan belajar bagi siswa dan siswi SMU agar mampu menebus universitas tertentu di Tangerang Selatan, membina sudaut taman bacaan di masjid-masjid Tangerang Selatan, peduli lingkungan hidup sesuai dengan pendidikan terkhirnya program Doktor dari IPB Bogor, pemanfaatan sampah organic bekerjasama dengan wilayah administratiftetangga di Kabupaten Tangerang, daur ulang plastik hingga memiliki nilai ekonomi, hingga membina beberapa majelis taklim diseluruh Tangerang Selatan.
Keikhlasan Hj. Marissa Haque Fawzi dalam berbagai kegiatan itu merupakan bentuk fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), sesuai dengan judul blogdetik.com yang telah dibinanya sejak 3 (tiga) tahun lalu. Bahkan menurut beberapa pemuda binaan Hj. Marissa Haque Fawzi judul blog-nya tersebut sempat juga digunakan oleh mantan wakil Presiden JK di blog asuhan kelompoknya pada http://kompasiana.com saat kampanye lalu. Termasuk juga salah satu sosok yang tengah sangat berambisi menjadi pemimpin di Tangerang selatan dalam blog-nya dialamat yang sama dengan diatas dan Koran Republika Jumat.
Kepedulian Hj. Marissa Haque Fawzi untuk berkiprah dengan membangun kualitas kemanusiaan yang telah sejak mulai aktif di politik dimulainya melalui beragam organisasi. Kedua orangtuanya secara aktif dan terstruktur memang telah mempersiapkan ketiga buah hatinya yang kebetulan perempuan semua dengan sangat baik. Apalagi dalam konteks hubungan sosial-kemasyarakatan, aktivitas yang selalu dilakukannya selama hidup merupakan salah satu warisan yang selalu diajarkan dan ditanamkan kedua orangtua dan kakek-neneknya yang terkait dengan penyebaran dakwah agama Islam. ''Sejak kami bertiga kecil kedua orang tua kami juga selalu mengajarkan bahwa tangan kita harus selalu di 'atas' dan mampu menciptakan pekerjaan bagi masyarakat disekitar kita (entrepreneurship)'' ungkapnya. Dengan niat tersebut selalu didengungkan ketelinga ketiga gadis kelaurga Haque agar selamanya ber-fastabiqul khairat. Hj. Marissa Haque Fawzi ber-nazar, bahwa seluruh aktivitasnya terkait dengan ummat dan memanusiakan kemanusiaan yang dilakukannya dengan keikhlasan tinggi, dapat memberi manfaat untuk masyarakat banyak serta lingkungan hidup di Tangerang Selatan.
Ibu dua putri buah cinta dengan Ahmad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi) ini bernama Isabella Mulaiwati Fawzi/Bella (23 tahun) dan Marsha Chikita Fawzi/Kiki (22 tahun) itu mengaku sudah mulai terlibat dengan seluruh kegiatan organisasi seni sosial dan kemasyarakatan sejak duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) diberbagai daerah mengikuti ayahnya yang bekerja di Pertamina Pusat.
Ketika menimba ilmu di bangku SMP negeri 73 tebet Timur kelas 2, kemampuan berorganisasi dan kepemimpinannyanya mulai diasah lewat Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Pramuka, dan berhasil membawa nama harum bagi sekolahnya memenangkan lomba Senam pagi Indonesia tingkat Jakarta Selatan. Hj. Marissa Haque Fawzi tampil pada usianya yang ke 14 tahun sebagai pemimpin kontingan SMP 73 Tebet Timur. Padahal ia masih kelas 2 (dua) dan harus memimpin kakak kelas dari kelas diatasnya. Selain aktif di OSIS, pada saatsekolah disekolah unggulan terbaik se Indonesia yaitu SMA negri 8 Bukit Duri Jaksel, Hj. Marissa Haque Fawzi juga tergabung dalam kelompok kesiswaan OSIS, Paskibraka, kegiatan dunia tulis-menulis Mading, dan Organisasi kesenian Swara Maharddhika pimpinan salah satu anak proklamator RI Bung karno bernama Guruh Soekarnoputra. Mulai terkenal sebagai bintang iklan ditelevisi Madonna Acne Lotion pada acara Mana Suka Siaran Niaga TVRI, lalu terpilih menjadi pemeran utama dalam film “Kembang Semusim” arahan sutradara MT Risyaf yang memberikan Piala Citra pemeran utama terbai bagi aktris Mieke Wijaya pada tahun 1981 di FFI Surabaya, Jawa Timur.
''Saat kuliah, Hj. Marissa Haque Fawzi aktif di Senat Mahasiswa sekarang dikenal dengan Badan Eeksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Islam, sembari tetap sebagai foto model, peragawati, serta aktris film'' Menurutnya, sebagai seorang hamba Allah ia tidak bisa hanya mencari dunia saja, apalagi kemudian namanya semakin meroket ketika apda tahun 1985 di FFI (Festifal Film Indonesia) yang dilaksanakan di kota Bandung ia dinominasikan sekaligus pada dua judul film sebagai peeran pembantu wanita terbaik dalam film: “Serpihan Mutiara retak” arahan sutradara Wim Umboh dan “Tinggal Landas buat Kekasih” arahan sutradara Sophan Sophiaan. Lalu dirinya terpilih sebagai model terbaik se asia Tenggara untuk iklan mobil Toyota Astra dan terpilih sebagai salah satu model iklan sabun Lux Internasional. Hj. Marissa Haque Fawzi memutuskan untuk menjalani hidup dengan keseimbangan. Ia aktif mengasah pengetahuannya dalam ilmu Islam melalui seorang musrsyid bernama KH. Jakasuria asal Banten di Pulo Raya, Kebayoran baru, Jakarta Selatan bersama beberapa public figure dunia perfilman nasional papan atas kala itu. Semisal almarhum Sjumanjaya berserta istrinya kala itu Zoraya Perucha, adik almarhum bernama almarhum Sjumantiasa, Artaria St Takdir Alisyahbana teman mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/sekarang salah seorang pemilik Majalah IslamNoor, dan masih banyak lain sebagainya.Hj. Marissa Haque Fawzi kemudian menjadi sedikit ‘keranjingan’ belajar ilmu Tasawuf serta ilmu La Duni terkait dengan social kemasyarakatan. Karenannya Hj. Marissa Haque Fawzi percaya bahwa memberi bimbingan kearah kebaikan serta keselamatan dunia dan akhirat serta memberi teladan sebagai sebuah contoh nyata adalah menjadi obsesi utamanya pada usianya yang ke 47 ditahun 2010 ini. Upayanya menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW dengan setiap hari mengatakan hal yang benar walau pahit sekalipun. “Balighu ‘ani walau ayah,” kata Hj. Marissa Haque Fawzi secara fasih. Ia pun hari ini secara intensif ditengah kesibukannya menyelesikan S2 nya yang ‘kesekian’ memperdalam bahasa Arab dan kaligrafi Islam dalam lukisan.
Hj. Marissa Haque Fawzi pun tak lupa mengajak beberapa teman perempuan dari majelis taklim yang dibinanya terlibat dalam kemampuan membuat lukisan kaligrafi Islam ini. Sesuai pengalaman sejak kecil, diaman Hj. Marissa Haque Fawzi mengaku digembeleng dalam keluarga yang sangat relijius serta penuh disiplin tinggi. Ayahnya, Allen Haque berdarah Belanda-Perancis-India/anak dari seorang India Islam akuntan publik Konsulat Jendral India di Surabaya asal Lucknow Uttar Pradesh bernama Siraj Ul Haque yang menikahi seorang misionari Katolik dari Belanda untuk Surabaya (belum ditahbis/dibaiat) berdarah Belanda-Perancis bernama Charlotte Louis Poittier yang kemudian masuk Islam mengikuti agama suaminya. Allen Haque yang berwarganegara Indonesia ini lalu bekerja pada perusahaan minyak multinasional sejak dari nama Shell, BPM, Permina, sampai Pertamina. Sedang ibunya adalah seorang bumi putra asli Jawa Timur, yang berkerabat dengan salah satu pendiri Nahdatul Ulama dari Madura. R Ay Mieke Soeharijah adalah seorangbsekrtaris senior diperusahaan yang sama yang menguasai 4 (empat) bahasa asing. Yang sejak menikah memiliki beberapa usaha rumahan dan menularkan jiwa entrepreneurship serta kepekaan sosial tinggi kepada ketiga putrinya: Marissa Grace, Soraya Jasmine, Shahnaz Natasha. Asia Pacific Best Actrees di Taipei pada tahun 1987 ini bersyukur bahwa berkat pendidikan dari kedua orangtua serta kakek-neneknya, ia mampu berhasil menjalani seluruh perangkap kehidupan duniawi ini dengan menapaki hidup dengan keseimbangan Yin dan Yang.
Pendidikan hidup dan kehidupan yang ditanamkan kedua orangtua dan kakek neneknya lah, yang kini ditransferkan kepada kedua buah hatinya. Dimana Bella Fawzi alumni FIB-UI/Fakultas Budaya Universitas Indonesia jurusan Satra Inggris dan sekarang mahasiswi FISIP-UI/Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia jurusan Komunikasi telah mulai menapaki karir sebagai reporter, Engslish news anchor, dan wartawati pada grup RCTI bernama Global TV. Sementara si bungsu Chikita Fawzi, kini tengah menyelesaikan pindidikan akhir di Malaysia pada MMU (Malaysian Multi Media University) di Cyberjaya, Malaysia, dimana sebagai salah seorang animator andalan serial “Upin dan Ipin” produksi Lez Copaque, Malaysia, sejak bulan lalu telah berhasil menembus Disney Channel International. Program serial “Upin dan Ipin” tersebut kini didub kedalam bahasa Inggris. Sehingga pemirsa serial tersebut dari seluruh dunia mampu menangkap the message of Islam dalam bentuk Entertainment. Hj. Marissa Haque Fawzi bersama suaminya H. Ikang fawzi selalu menanamkan kepada buah hatinya untuk berbagai ilmu dan kemashlahatan dengan orang lain. Pada saat-saat tertentu, Hj. Marissa Haque Fawzi dan suaminya tak lupa mengajak kedua putrinya disaat libur bersama ke tempat kerja dan berbagai kegiatan sosial. ''Mudah-mudahan apa yang selama ini dilakukan dengan keikhlasan tinggi dapat menjadi cerminan buat seluruh anak-anak Indonesia dimanapun berada.''
Hj. Marissa Haque Fawzi melanjutkan tausiahnya bahwa Islam adalahkebersihan luar dan dalam, tidak menipu dan tidak mengambil hak orang lain, tidak munafik dan mengatakan apa yang terbaik dijalan Allah walau halk tersebut sangat pahit bagi yang tersinggung. Mampu berserah diri, percaya dengan recana-Nya, setia kepada pasangan hidup, dan menjalani apa yang ada dengan ikhtiar sebaik-baiknya. Premis kehidupannya didalam 'jalan' membingakpai politik dengan hukum adalah sangat syar’i, serta menjujurkan keadilan dalam koridor perjuangannya untuk Banten adalah keikhklasan tinggi yang kini dirasakannya mulai tidak berjalan sendirian lagi. Insya Allah adalam waktu dekat seluruh elemen masyarakat yang telah sadar akar sebuah kekuatan jahat sebuah dinasti yang ingin menguasai hajat hidup orang banyak bersama bangkit untuk mempertahankan kemashlahatan yang sempat terampas untuk dikembalikan kejalan yang benar.
''Dibulan suci Ramadhan ini marilah kita semua berserah diri dan percaya kepada rencana-Nya semata. Mari lakukan seluruh upaya kbaikan bagi Tangerang selatan dengan nawaitu beribadah hanya kepada Allah. Dengan tetap berkiblat kepada Islam sebagai pedoman hidup agar mampu selamat di dunia dan akhirat. Fastabiqul khairat … mari berlomba-lomba menuju kebaikan. Demikian tausiyah satu jam penuh oleh Hj. Marissa Haque Fawzi di Masjid al Birruni Wattaqwa, Parung Benying, Tangerang Selatan belum lama ini.
Oleh: Chaerani Ruslani, Majelis Taklim Al Birruni Wattaqwa (Fatayat NU, Tangsel).
Puasa 40 Hari ala NU, Bunda Marissa Haque Maju di Tangsel 2010

Maju Pilkada Tangerang Selatan Marissa Haque dengan Achmad Suwandhi :
Pasangan Marissa Haque - Achmad Suwandhi,adik kandung Wali Kota Tangerang Wahidin Halim, maju dalam Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang digelar November 2010. Pasangan ini menyebut dirinya Asmara, yang berarti Achmad Suwandhi-Marissa Haque. Kepastian ini didapat setelah keduanya melakukan klarifikasi di Hotel Santika, BSD Serpong, Tangsel, kemarin.
”Saya sudah istikharahkan pilihan saya ini selama 40 hari. Saya dapat beberapa pertanda yang menyiratkan saya untuk maju,” kata istri artis Ikang Fawzi itu kemarin. Marissa juga berkaca pada Pilkada Gubernur Banten lalu ketika dia mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Banten mendampingi Zulkieflimansyah. ”Pada 2006 itu saya dapat suara mutlak di wilayah yang ada Tangsel, dulu waktu masih menyatu dengan Kabupaten Tangerang 70% suara.
Sumber: http://berita-lampung.blogspot.com/2010/07/maju-pilkada-tangerang-selatan-marissa.html
Islamic Banking School dari Bandung untuk Tangsel: Marissa Haque Fawzi
Islamic Banking School
Setelah didaulat untuk menjadi Duta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bersama Riri Reza, Marissa juga kini menjabat Ketua Lembaga Keuangan Mikro Ekonomi Syariah di Partai Persatuan Pembangunan turut meresmikan berdirinya, Islamic Banking School di Bandung. Ketua Lembaga Studi Keuangan Mikro Syariah, Hj. Marissa Haque Fawzi, memaparkan materinya pada Stadium General dan Pembukaan Masa Perkuliahan Perdana IBS atau Islamic Banking School di Auditorium Kampus Dakwah jalan Batik Halus Kota Bandung, Senin 20 Oktober 2008.
Acara yang bertemakan "Prospek Perbankan Syariah Ditengah Krisis Ekonomi Global dan Peluang SDI Perbankan dalam Pemberdayaan Ummat." Menghadirkan Pimpinan cabang Bank Mega Syariah Bandung Dewi Mayangsari dan Dekan MKS UIN Bandung Ahmad Hasan Ridwan.
(Sumber: Harian Pikran Rakyat, Bandung, Jabar, 2009)
Langganan:
Postingan (Atom)






