Kesuksesan Ferry Muchlis Ariefuzzaman kader 'terbaik' Golkar Banten sukses menggiring Damay wartawati lepas Global TV menjadi koordinator kemenangan Atut-Rano biar bisa masuk infotainment!
Tampilkan postingan dengan label Anne Marie Schimmel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anne Marie Schimmel. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 Juli 2011
Dugaan Serius Kejahatan Politik Cyber Ratu Atut Chosiyah (dan Rano Karno?)
Kesuksesan Ferry Muchlis Ariefuzzaman kader 'terbaik' Golkar Banten sukses menggiring Damay wartawati lepas Global TV menjadi koordinator kemenangan Atut-Rano biar bisa masuk infotainment!
Label:
addie ms,
Anne Marie Schimmel,
Demokrat,
Golkar,
Marissa Haque,
PDIP,
rano karno,
Ratu Atut Chosiyah. Ikang fawzi,
wahidin halim
Sabtu, 26 Maret 2011
Diduga Berantas Korupsi hanya RETORIKA Belaka: Marissa Haque & Ikang Fawzim
Sabtu, 26 Maret 2011
Kini ada 12 INPRES untuk urusan Mafia Pajak Gaqyus Tambunan. Pendapat lugas dan cerdas disuarakan oleh Dr.Zaenal Arifin Muchtar dari UGM (Ketua PUKAT FH UGM) di Yogyakarta, dalam sebuah wawancara jarak jauh dan life. Menurutnya, komitmen dari Leader tidak ada atau diduga "tidak mampu", dengan pertimbangan kenyataan lain di lapangan yang tersaksikan masyarakat sebagai: (1 )tidak berani; (2) tidak tetap hati; dan (3) tidak mau.
Kemampuan manajerial birokrat yang tak berkomitmen harus disegerakan untuk DIPANGKAS oleh Presiden RI. Kemampuan manajerial sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan cq Presiden RI yang intelektual berkelas Doktor harus mampu menggantikan mereka berdasarkan hasil pembobotan HR Scored Card berbasis Merit Based System.
Menurut Dr. Rizal Ramli adalah bahwa Demokrasi Kriminal Indonesia terbajak sistem Politik dan Leadership lemah karena dugaan sang Leader yang tidak bersih (Metro Hari Ini, Pk 18.20)
Kepentingan Tersembunyi dari Dugaan Kekurangmauan Pemberantasan Korupsi Indonesia: Marissa Haque Fawzi
Catatan dari menonton Metro TV hari ini:
Kini ada 12 INPRES untuk urusan Mafia Pajak Gaqyus Tambunan. Pendapat lugas dan cerdas disuarakan oleh Dr.Zaenal Arifin Muchtar dari UGM (Ketua PUKAT FH UGM) di Yogyakarta, dalam sebuah wawancara jarak jauh dan life. Menurutnya, komitmen dari Leader tidak ada atau diduga "tidak mampu", dengan pertimbangan kenyataan lain di lapangan yang tersaksikan masyarakat sebagai: (1 )tidak berani; (2) tidak tetap hati; dan (3) tidak mau.
Kemampuan manajerial birokrat yang tak berkomitmen harus disegerakan untuk DIPANGKAS oleh Presiden RI. Kemampuan manajerial sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan cq Presiden RI yang intelektual berkelas Doktor harus mampu menggantikan mereka berdasarkan hasil pembobotan HR Scored Card berbasis Merit Based System.
Menurut Dr. Rizal Ramli adalah bahwa Demokrasi Kriminal Indonesia terbajak sistem Politik dan Leadership lemah karena dugaan sang Leader yang tidak bersih (Metro Hari Ini, Pk 18.20)
Diposkan oleh UGM for Marissa Haque & Ikang Fawzi
Rabu, 16 Maret 2011
Marissa Haque & Ikang Fawzi: Dunia Upin-Ipin Chikita Fawziwzi

Jum'at, 30 April 2010 - 15:39 wib
Tomi Tresnady - Okezone Ikang Fawzi (Foto:Johan Sompotan/okezone)
JAKARTA - Memang, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Jejak Ikang Fawzi yang beken sebagai penyanyi rock, diikuti oleh putri bungsunya, Marsha Chikita Fawzi (Kiki). Kiki tengah kuliah di Multimedia University (MMU) Malaysia. Selain fokus kuliah, Kiki menyempatkan waktu menekuni hobi di bidang musik. Diam-diam dia membentuk band rock bersama teman-teman prianya di sana."Ternyata dia punya band, namanya Diary. Itu grup metal. Laki-laki semua, gondrong-gondrong. Dia perempuan sendiri.
Orang Malaysia sudah terbiasa sama dia. Orang Malaysia sangat bangga sama dia," ungkap Ikang yang ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (29/4/2010) malam. Kiki terang-terangan menyatakan keinginan menjadi seorang entertainer seperti ayah dan ibunya. Tidak tanggung-tanggung, Kiki membidik pasar musik internasional."Dia katanya mau tembus Singapura supaya dia bisa tembus internasional. Dengan bangga, dia bilang ke saya, 'Ayah, sekarang saya jadi rock star'. Nangis saya dibuatnya," aku Ikang. Sebagai orangtua, Ikang memberikan dukungan penuh kepada Kiki. Selama si bungsu berada di Negeri Jiran, Ikang selalu menyempatkan menjalin komunikasi. "Komunikasi tetap jalan. Lewat FB dan sms. Saya kangen lah, namanya juga anak bontot," ujar suami Marissa Haque ini. (ang)
Sumber:http://celebrity.okezone.com/read/2010/04/30/34/328062/si-bontot-jadi-rock-star-ikang-fawzi-nangis
Senin, 20 Desember 2010
Bicara Kepala Daerah di Tangsel Bicara Kompetensi: dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi
Menjadi Kepala Daerah seperti Gubernur/walikota/Bupati adalah sebuah jabatan eksekutif ditingkatan daerah, adalah tidak beda dengan pejabat negara lainnya maupun presiden yang mempunyai garis-garis besar dalam bekerjanya maupun hubungan antar lembaga. Hal tersebut untuk menjaga tidak tumpang tindihnya birokrasi dalam pemerintahan yang mengakibatkan inefisiensi implementatif. Singkatnya, hal ini membantunya dalam menjalankan pemerintahan yang syarat dengan elemen hukum dan politik.
Selanjutnya Kepala Daerah haruslah seorang yang mempunyai visi dan misi yang jelas yang terutama dalam kepemimpinan daerahnya. Selain itu tidakkah lebih baik jika seorang kepala daerah yang amanah, dalam arti mampu memujudkan apa yang dijanjikan selama kampanye? Disini stategi-strategi pembangunan yang efektif diperlukan guna menjaga kestabilan serta kelancaran dalam merealisasikannya, bukan kalkulasi dukungan politik semata.
Secara pribadi, kesemuanya berpusat pada satu inti yaitu kinerja. Sebuah janji, tujuan ataupun cita-cita pasti akan terletak pada proses kinerja bagaimana mencapainya. Demikian juga dengan seorang Kepala Daerah, akan semakin bermanfaat bagi masyarakat daerahnya jika mengandalkan kinerja-kinerja yang kongkrit. Apalagi dalam era otonomi daerah sekarang ini yang memberikan keleluasaan yang lebih pada daerah sehingga dapat dikatakan awal yang baik dalam pengembangan dan pembangunan.
Untuk kelanjutannya agar kebijakan pemerintah daerah sinkron dengan kenyataan dilapangan serta berguna untuk memberikan poin-poin determinasi maupun kolaborasi target-target pembangunan, sebaiknya dilakukan upaya-upaya dasar seperti penyerapan aspirasi masyarakat, pemetaan geografis daerah, pemahaman kondisi sosial budaya maskarakat lokal serta pemahaman ekonomi lokal. Secara empiris, hasil-hasil tersebut diatas berbeda satu sama lain setiap daerah. Untuk itulah dapat kita simpulkan bahwa setiap daerah memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda yang tentunya menuntut perlakuan berbeda pula. KD haruslah benar-benar mengerti akan daerahnya. Bukan sekedar figur terkenal, tokoh maupun emosi putra daerah belaka.
Beberapa aspek yang harus dipenuhi antara lain:
(1) Aspek Ekonomi
Gerak ekonomi adalah salah satu yang terpenting dalam suatu daerah. Perkembangannya juga tidak lepas dari geologis ekonomis dan historis masyarakat setempat, sehingga hal ini memungkinkan perbedaan karakteristik perekonomian satu daerah dengan yang lain. misalnya daerah A yang tanahnya subuh untuk pertanian maka mayoritas penduduknya bergerak dibidang pertanian. Berbeda dengan daerah B yang dekat dengan pantai dan tanah yang kurang subur sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian, maka dari itu penduduknya lebih banyak yang bekerja dibidang perikanan dan pariwisata.
Dari ilustrasi diatas, salah satu strategi untuk menyiasati dalam hubungannya dengan pengembangan ekonomi adalah memakai konsep keunggulan komparatif, yaitu pembangunan dengan mengembangkan keunggulan ekonomis setempat, dimana tidak terdapat ditempat lain. Pola ini memungkinkan untuk membentuk identitas dan meningkatkan daya saing tersendiri satu sama lain antar daerah. Hal tersebut dengan membawa dampak positif dalam pembangunan nasional karena akan banyak terbantu dalam menentukan kebijakan dan efisiensi.
Selain itu, tugas pemerintah daerahlah yang memberikan tatanan pijakan dan dukungan yang penuh pada kewirausahaan dan kegiatan ekonomi lainnya. Secara lebih nyata dalam dunia bisnis membutuhkan stimulus-stimulus seperti penyediaan infrastruktur, birokrasi perijinan yang praktis, insentif pajak, aturan-aturan main yang jelas dalam berbisnis, pengelolaan kekayaan alam yang tidak monopolitik, perlindungan, pendidikan dan pelatihan usaha, upah minimum daerah, memberdayakan organisasi-organisasi pekerja dan kebijakan supported sektoral lain-lainnya yang sesuai.
Masalah pengangguran dan tingginya angka angkatan kerja juga tidak kalah penting untuk diselesaikan dengan menciptakan program-program kerja yang padat karya maupun memberikan insentif kepada usaha yang melibatkan tenaga yang banyak. Surplus anggaran daerah seharusnya dimaksimalkan dengan program diatas serta dalam rangka menyediakan infrastruktur usaha yang berkesinambungan.
(2) Aspek Kesehatan
Aspek ini meliputi tingkat kelahiran, tingkat umur rata-rata hidup, kebersihan, kondisi Mandi cuci kakus (MCK), populasi penduduk dalam hubungannya dengan kesehatan, pemahaman masyarakat tentang kesehatan, pelayanan dan kuantitas publik kesehatan didaerah, program vaksinasi, disease preventives dan masih banyak lagi. Secara ringkas, program-program yang berhubungan dengan kesehatan lokal sangat mendukung berjalannya aspek lain. Oleh karena itu concerning akan meningkatkan kualitas kesehatan, akan memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan sehatnya. Ada semacam timbal balik positif jika semakin sejahtera suatu daerah maka semakin tinggi kualitas kesehatan masyarakat, semakin mudah pemerintah menjalankan proses pembangunan, begitu sebaliknya.
(3) Aspek Tata Ruang Kota
masalah ini mungkin menjadi permasalahan daerah dimana-mana yaitu kurang tertatanya tata ruang kota yang baik. Akibatnya terjadinya tumpang tindih pembangunan pemukiman, areal pendidikan, perkantoran, mall, pelayanan public lainnya, hotel, bangunan-bangunan yang mempunyai historikal yang tinggi dan lain-lainnya. Jika kita melihat situasi-situasi urban khususnya sangatlah crowded berserta aktivitas masyarakatnya yang berjejal-jejalan.
Ada baiknya untuk mengatasinya dibuat cities designs planning yang membantu pengaturan dan alokasi konsentrasi pembangunan infrastruktur. Untuk memperkuatnya maka memasukkannya dalam salah satu orientasi kebijakan-kebijakan daerah sangatlah mendukung selain memberikan landasannya berupa payung hukum atas implementasinya.
Strategi yang lain adalah memangkas birokrasi proyek-proyek yang ada dengan mekanisme satu pintu, memungkinkan terkontrolnya di dilapangan dan memperkecil inefisiensi yaitu pungutan, korupsi, kolusi maupun pajak berganda.
(4) Aspek Pendidikan
Aspek ini tidak kalau pentingnya dengan yang lain. Dus, sangat berhubungan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Memajukan pendidikan adalah suatu keharusan yang di amanatkan undang-undang dan menjadi ujung tombak pembangunan bangsa negara di masa depan.
Perkembangan pembangunan nasional di dunia pendidikan sudah ada peningkatan meski berjalan lambat. Program wajib belajar, sekolah gratis dan peningkatan anggaran pendidikan diharapkan mampu memperbaiki kualitas dan kuantitas warga negara.
Di tingkatan daerah, dukungan pemerintah daerah untuk mengembangkan dan meneruskan kebijakan tersebut dengan mempersiapkan pelaksanaan dan teknis program-program yang ada, selain mengontrol hambatan-hambatannya, seperti pungutan diluar pendidikan, bocoran alokasi anggaran pendidikan dan sebagainya.
Diluar itu tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah memajukan pendidikan dengan kreativitas sendiri sepanjang tidak keluar kebijakan nasional, misalkan peran aktifnya dalam sekolah-sekolah alternatif, memfasilitasi sekolah dengan dunia usaha, dukungan kepada sekolah selain negeri dan sebagainya.
Masih banyak lagi pembahasan-pembahasan diluar kontek diatas yang seperti saya ulas diatas. Perbedaan sangat mungkin terjadi satu daerah dengan daerah lain tentang prioritas kerja kepala daerah sehingga sinergi dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya.
Cakupan diatas menggambarkan situasi dan solusi singkat atas daerah-daerah secara general yang semoga dapat memaksimalkan pembangunan tentunya. Insya Allah demikian adanya.
Selanjutnya Kepala Daerah haruslah seorang yang mempunyai visi dan misi yang jelas yang terutama dalam kepemimpinan daerahnya. Selain itu tidakkah lebih baik jika seorang kepala daerah yang amanah, dalam arti mampu memujudkan apa yang dijanjikan selama kampanye? Disini stategi-strategi pembangunan yang efektif diperlukan guna menjaga kestabilan serta kelancaran dalam merealisasikannya, bukan kalkulasi dukungan politik semata.
Secara pribadi, kesemuanya berpusat pada satu inti yaitu kinerja. Sebuah janji, tujuan ataupun cita-cita pasti akan terletak pada proses kinerja bagaimana mencapainya. Demikian juga dengan seorang Kepala Daerah, akan semakin bermanfaat bagi masyarakat daerahnya jika mengandalkan kinerja-kinerja yang kongkrit. Apalagi dalam era otonomi daerah sekarang ini yang memberikan keleluasaan yang lebih pada daerah sehingga dapat dikatakan awal yang baik dalam pengembangan dan pembangunan.
Untuk kelanjutannya agar kebijakan pemerintah daerah sinkron dengan kenyataan dilapangan serta berguna untuk memberikan poin-poin determinasi maupun kolaborasi target-target pembangunan, sebaiknya dilakukan upaya-upaya dasar seperti penyerapan aspirasi masyarakat, pemetaan geografis daerah, pemahaman kondisi sosial budaya maskarakat lokal serta pemahaman ekonomi lokal. Secara empiris, hasil-hasil tersebut diatas berbeda satu sama lain setiap daerah. Untuk itulah dapat kita simpulkan bahwa setiap daerah memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda yang tentunya menuntut perlakuan berbeda pula. KD haruslah benar-benar mengerti akan daerahnya. Bukan sekedar figur terkenal, tokoh maupun emosi putra daerah belaka.
Beberapa aspek yang harus dipenuhi antara lain:
(1) Aspek Ekonomi
Gerak ekonomi adalah salah satu yang terpenting dalam suatu daerah. Perkembangannya juga tidak lepas dari geologis ekonomis dan historis masyarakat setempat, sehingga hal ini memungkinkan perbedaan karakteristik perekonomian satu daerah dengan yang lain. misalnya daerah A yang tanahnya subuh untuk pertanian maka mayoritas penduduknya bergerak dibidang pertanian. Berbeda dengan daerah B yang dekat dengan pantai dan tanah yang kurang subur sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian, maka dari itu penduduknya lebih banyak yang bekerja dibidang perikanan dan pariwisata.
Dari ilustrasi diatas, salah satu strategi untuk menyiasati dalam hubungannya dengan pengembangan ekonomi adalah memakai konsep keunggulan komparatif, yaitu pembangunan dengan mengembangkan keunggulan ekonomis setempat, dimana tidak terdapat ditempat lain. Pola ini memungkinkan untuk membentuk identitas dan meningkatkan daya saing tersendiri satu sama lain antar daerah. Hal tersebut dengan membawa dampak positif dalam pembangunan nasional karena akan banyak terbantu dalam menentukan kebijakan dan efisiensi.
Selain itu, tugas pemerintah daerahlah yang memberikan tatanan pijakan dan dukungan yang penuh pada kewirausahaan dan kegiatan ekonomi lainnya. Secara lebih nyata dalam dunia bisnis membutuhkan stimulus-stimulus seperti penyediaan infrastruktur, birokrasi perijinan yang praktis, insentif pajak, aturan-aturan main yang jelas dalam berbisnis, pengelolaan kekayaan alam yang tidak monopolitik, perlindungan, pendidikan dan pelatihan usaha, upah minimum daerah, memberdayakan organisasi-organisasi pekerja dan kebijakan supported sektoral lain-lainnya yang sesuai.
Masalah pengangguran dan tingginya angka angkatan kerja juga tidak kalah penting untuk diselesaikan dengan menciptakan program-program kerja yang padat karya maupun memberikan insentif kepada usaha yang melibatkan tenaga yang banyak. Surplus anggaran daerah seharusnya dimaksimalkan dengan program diatas serta dalam rangka menyediakan infrastruktur usaha yang berkesinambungan.
(2) Aspek Kesehatan
Aspek ini meliputi tingkat kelahiran, tingkat umur rata-rata hidup, kebersihan, kondisi Mandi cuci kakus (MCK), populasi penduduk dalam hubungannya dengan kesehatan, pemahaman masyarakat tentang kesehatan, pelayanan dan kuantitas publik kesehatan didaerah, program vaksinasi, disease preventives dan masih banyak lagi. Secara ringkas, program-program yang berhubungan dengan kesehatan lokal sangat mendukung berjalannya aspek lain. Oleh karena itu concerning akan meningkatkan kualitas kesehatan, akan memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan sehatnya. Ada semacam timbal balik positif jika semakin sejahtera suatu daerah maka semakin tinggi kualitas kesehatan masyarakat, semakin mudah pemerintah menjalankan proses pembangunan, begitu sebaliknya.
(3) Aspek Tata Ruang Kota
masalah ini mungkin menjadi permasalahan daerah dimana-mana yaitu kurang tertatanya tata ruang kota yang baik. Akibatnya terjadinya tumpang tindih pembangunan pemukiman, areal pendidikan, perkantoran, mall, pelayanan public lainnya, hotel, bangunan-bangunan yang mempunyai historikal yang tinggi dan lain-lainnya. Jika kita melihat situasi-situasi urban khususnya sangatlah crowded berserta aktivitas masyarakatnya yang berjejal-jejalan.
Ada baiknya untuk mengatasinya dibuat cities designs planning yang membantu pengaturan dan alokasi konsentrasi pembangunan infrastruktur. Untuk memperkuatnya maka memasukkannya dalam salah satu orientasi kebijakan-kebijakan daerah sangatlah mendukung selain memberikan landasannya berupa payung hukum atas implementasinya.
Strategi yang lain adalah memangkas birokrasi proyek-proyek yang ada dengan mekanisme satu pintu, memungkinkan terkontrolnya di dilapangan dan memperkecil inefisiensi yaitu pungutan, korupsi, kolusi maupun pajak berganda.
(4) Aspek Pendidikan
Aspek ini tidak kalau pentingnya dengan yang lain. Dus, sangat berhubungan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Memajukan pendidikan adalah suatu keharusan yang di amanatkan undang-undang dan menjadi ujung tombak pembangunan bangsa negara di masa depan.
Perkembangan pembangunan nasional di dunia pendidikan sudah ada peningkatan meski berjalan lambat. Program wajib belajar, sekolah gratis dan peningkatan anggaran pendidikan diharapkan mampu memperbaiki kualitas dan kuantitas warga negara.
Di tingkatan daerah, dukungan pemerintah daerah untuk mengembangkan dan meneruskan kebijakan tersebut dengan mempersiapkan pelaksanaan dan teknis program-program yang ada, selain mengontrol hambatan-hambatannya, seperti pungutan diluar pendidikan, bocoran alokasi anggaran pendidikan dan sebagainya.
Diluar itu tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah memajukan pendidikan dengan kreativitas sendiri sepanjang tidak keluar kebijakan nasional, misalkan peran aktifnya dalam sekolah-sekolah alternatif, memfasilitasi sekolah dengan dunia usaha, dukungan kepada sekolah selain negeri dan sebagainya.
Masih banyak lagi pembahasan-pembahasan diluar kontek diatas yang seperti saya ulas diatas. Perbedaan sangat mungkin terjadi satu daerah dengan daerah lain tentang prioritas kerja kepala daerah sehingga sinergi dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya.
Cakupan diatas menggambarkan situasi dan solusi singkat atas daerah-daerah secara general yang semoga dapat memaksimalkan pembangunan tentunya. Insya Allah demikian adanya.
Label:
addie ms,
Anne Marie Schimmel,
Ikang Fawzi,
m,
mahfud md,
Marissa Haque,
MBA,
Pemilukada 2010,
Tangsel,
UGM
Kamis, 16 Desember 2010
Bicara Tangsel, Bicara Ikang Fawzi Sahabat Andre Taulani MBA dari UGM

Ikang Fawzi Lulus MBA dengan Nilai A dari UGM Fakultas Ekonomi-Bisnis
Kabar Gembira!
Leadership Ikang Fawzi suamiku alhamdulillah semakin terbukti didalam keluarga kami. Kemarin pada tanggal 13 desember 2010, dengan dua orang penguji inti dari FEB-UGM bernama: (1) Ertambang, PhD; dan (2) Bambang Riyanto, PhD, suamiku Ikang Fawzi berhasil lulus dengan cemerlang dan mengantongi nilai akhir ujian thesisnya A (bulat)!
Subhanallah… sebuah perjuangan yang tidak main-main, dan menjadi contoh positif bagi kita semua di Indonesia. Bahwa seorang penyanyi rock-pun mampu menunjukkan kelas intelektualitasnya secara kaffah dan mumpuni. Contoh yang sangat baik bagi istri dan kedua putrinya,…insya Allah demikian adanya.
Berikut saya lampirkan sebuah sms untuk dijadikan fwd–dari salah seorang teman karib di UGM, Yogyakarta-Jakarta:
Selamat untuk Mas Ikang Fawzi atas keberhasilannya mendapatkan MBA dengan nilai kelulusan A dari Fakultas Ekonomi-Bisnis UGM (Universitas Gajahmada), Yogyakarta kemarin 13 Desember 2010. Anda adalah penyanyi rock Indonesia pertama yang menjadi MBA dari salah satu universitas terbaik di Indonesia. Kapan S3 nya dimulai? semoga secepatnya ya?
Sumber: http://marissahaque-sdalh.blogdetik.com
Label:
addie ms,
Airin Rachmi Diany,
andre stinky taulani,
Anne Marie Schimmel,
DPR RI,
Ikang Fawzi,
pita tangsel
Rabu, 01 Desember 2010
Doa Rintihan Bunda Marissa Haque untuk Kejujuran Keadilan Pilkada Tangerang Selatan 2010
Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan diputuskan Rabu pekan depan. Sebagai salah seorang warga Tangerang Selatan, Banten, khususnya Bintaro berharap dengan amat sangat bahwa Prof Mahfud MD Dosenku di FH-UGM Tetap Menjujurkan Keadilan di Tangsel. Karena saya pribadi menyaksikan ratusan kejahatan konstitusi yang sangat in-konstitusional didepan mata terkait dengan pelaksanaan pemilukada Tangsel 2010 kemarin ini sejak berjalannya dua tahun lalu segala persiapannya.Doa rintihaku,
Marissa Haque FawziSumber: http://marissahaque-universitas-trisakti.blogspot.com/
Minggu, 14 November 2010
Saat Rakyat Tangsel Bicara Menolak Airin Rachmi Diany: PITA Tangsel
Sapa Kasih untuk Uni Linda Djalil di www.kompasiana.com
Sumber: http://marissahaque-sdalh.blogdetik.com/2010/11/14/peduli-lingkungan-lahir-bathin-di-tangsel-2010-marissa-haque-fawzi/#more-28
Bertemu Linda Djalil yang masih manis dan ramah di Citos (Cilandak Town Square), Jakarta Selatan sekitar dua minggu lalu. Bersama Alfian Sekjen PITA Tangsel dan Ine Sepri-ku saya sedang menuju sebuah café disana dalam rangka menghadiri sebuah rapat tertutup bersama tim penyandang dana Andre Taulani dan Bang Arsyid plus tim penyandang dana tim Pak Yayat dan Mas Norodom. Mbak Linda saya saksikan sedang sangat asyik serta aktif memasarkan teri balado ala Padang yang saya coba tester-nya lezat ternyata sekali, termasuk brosur salon muslimah mbak Linda di Bintaro, Tangsel.
Ini respon saya kedua setelah lagi-lagi tertegun dengan ekspresi tulisannya yang manis-menggelitik-menghujam. Namun karena seorang Linda Djalil yang saya kenal sangat manis hati dan lembut bahasa, maka saya santai saja membaca respon tulisannya di kompasiana.com tulisan dari seorang kompasianer yang sejak dulu memang tidak pernah ramah terhadap tulisan kritik pada pemerintah sekarang. Tulisan orang tersebut beralamat di: http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/06/ada-apa-dengan-marissa-haque/
Kompasiana memang awalnya ditujukan sebagai rumah sehat jurnalistik masyarakat/citizen journalism. Namun dalam perkembangannya saya melihat rumah kompasiana.com dipakai sebagai alat/tool/instrument dari kader-kader 2 (dua) partai besar terntentu didalam memsarkan dirinya bagi kepentingan Pilkada/Pemilukada daerah tertentu. Sehingga kebercenderungan dari admin kompasiana.com tidak saya lihat netral adanya! Bahkan admin tertentu kompasiana.com sendiri sangat ‘tipis kupingnya’ alias anti kritik dari anggota kompasianers lainnya.
Terkait dengan blog pribadi saya dengan alamat di blogdetik.com, adlaah ekspresi pribadi yang tidak senang ada aurat perempuan—maaf payudara Vina Panduwinata—yang menempel erat dalam posisi/kondisi 3/4 telanjang pada dada suami saya Ikang Fawzi. Adalah hak seorang istri untuk menyatakan keberatannya. Setelah saya utarakan langsung kepada sang pemilik payudara, yang bersangkutan merasa keberatan dengan menyatakan itu adalah hak dia untuk berpakaian seperti apapun. Saya katakan kembali pada yang bersangkutan bahwa silahkan saja dia tidak pakai baju sekalipun lalu menempelkan aurat didadanya pada lelaki-lelaki lain/suami-suami orang lain, asalkan: “jangan lakukan lagi kepada Ikang Fawzi suami saya!”, demikian jawabku kemarin dulu itu.
Bilamana mbak Linda Djalil bersepakat dengan cara berbusana/life style Vina Panduwinata antara lain dengan menempelkan payudaranya pada suami perempuan lain, yah…silahkan saja! Karena itu selera dan hak anda mbak Linda Djalil. Begitu juga dengan sang author dengan alamat: http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/06/ada-apa-dengan-marissa-haque, juga saya persilahkan saja bila ingin dalam waktu dekat Vina Panduwinata menempelkan payudaranya kedada anda Bung!
Namun sekali lagi hak saya Marissa Grace binti Haque sebagai istri Ikang Fawzi untuk mengatakan: ”TIDAK! terhadap payudara ¾ telanjang perempuan non-muhrim dari sudut dunia manapun untuk ditempelkannya kedada Ikang Fawzi suamiku.” Terkecuali jika Ikang Fawzi bukan lagi menjadi suami saya, itu terserah saja kepada yang bersangkutan. Karena saya yakini siapapun perempuan normal didunia ini tidak ingin suaminya terangsang secara seksual terhadap perempuan lain selain dirinya.
Alhamdulillah sangat banyak dukungan datang kepada saya atas sikap saya ini. Kalau ada yang negatif itu datang—saya duga—dari timses pasangan nomor 4 Airin Rachmi Diany dengan nama Ocil dan Amaruzzaman dengan domisili di Tangerang, Banten karena kuatir atas ‘gerakan bawah tanah’ melawan kedzoliman berkelanjutan di Banten yang ingin secara mutlak menguasai hajat hidup masyarakat Banten secara luas dan berkelanjutan! Kami memang tak henti selama 3 (tiga) bulan belakangan ini mengusung gerakan “ Say NO to Airin Rachmi Diany!”
Kami memang sedang berjuang membantu Tangsel (Tangerang Selatan) terbebaskan dari ‘penjajahan’ seseorang yang mengaku sebagai “Gubernur Jendral van Banten” melalui anak-cucu serta sanak familinya dalam menguasai sepotong wilayah NKRI bernama Propinsi Banten.
Menjawab pertanyaan tulisan si Bung tersebut diatas… hehe…itu kan tulisan tertanggal 19 Agustus lalu …bassssiiii….deeeeh…! sekarang sudah bulan November! Kok setelah lewat masa 4 (emlat) bulan baru bergaung??? Jadi ingat kebiasaan buruk timses grup tertentu saat Pilkada Banten 2006 lalu terkait membuat kampanye hitam/black campaign terhadap saya dan Dr. Zulkieflimansyah dari PKS. Lha, kalaulah betul anda bukan ‘sendok-garpu’ pasangan nomor 4 yang sedang kami perangi agar jangan jadi pemimpin di Tangsel, maka seharusnya… tunjukkan netraliatas anda Bung! Jangan berat sebelah kalau menulis ya? Kasihan rakyat Indonesia sudah kenyang diadu-domba. Karya anda dalam membuat black campaign untuk warga Tangsel ‘teramat-sangat-keliwat’ nggak ngaruh deeeeeh… Warga Tangsel sudah cerdas, dan mereka 51% adalah masyarakat akademik yang nalar lojik-moral-spiritual-nya mumpuni. Jadi sebaiknya jangan buang energi anda untuk sesuatu yang mudlarat! Itu saja sepenggal pesan sederhana saya untuk anda dimanapun anda sedang berada. Saya memaafkan anda… Allahu Akbar! Kita belum medekaaaa…
Fwd: komentar Uni Linda Djalil mantan wartawati Tempo beralamat di: http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/06/ada-apa-dengan-marissa-haque/
Jumat, 13 Agustus 2010
Indonesia Negara Curang, Membiarkan Airin Rachmi Diany dalam Politik Dinasti Merampok Tangsel
Situs Pemkot Tangsel Secara Curang Tersistem Tampilkan Slogan Politik Airin Rachmi Diany
Dugaan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Tangerang Selatan sudah tidak netral lagi dalam poroses pilwalkot Tangsel, Banten, sedikit terkuak dengan adanya slogan politik calon tertentu di situs resmi pemerintahan.
Dari penelusuran Berita8.com, Rabu (12/5/2010) disitus pemkot Tangerang Selatan, tangerangselatankota.go.id terlihat dalam foto slogan Mari Menata Tangsel dengan tulisan sebuah situs www.info-airin.com, entah disengaja atau tidak yang jelas, terlihat sekali ada 'himbauan' untuk mendukung calon tersebut.
Tak hanya disitus pemkot, di situs kecamatan Pondok Aren kec pondok aren.org, foto-foto Airin Rachmi Diany terpampang disitus tersebut, padahal jika di gali masih banyak anekaragam foto-foto tidak bernuansa politis di Pondok Aren.Airin Rachmi Diany bukanlah seseorang pejabat di pemerintahan Tangerang Selatan bahkan seorang PNS saat ini, namun karena pengaruh kekerabatan Gubenur Banten, nama Airin "ditakuti" oleh sebagian para pejabat Tangerang Selatan.
Laporan para PNS dan pejabat di Tangsel diduga tidak netral lagi, beredar dalam beberapa satu bulan belakangan ini, bahkan masyarakat dan tokoh Betawi di wilayah Tangsel kini sudah mengeluh akibat adanya pejabat pemerintahan sudah tidak netral lagi.(Fz/Son/
Hj. Marissa Haque Fawzi: Pemimpin Bertangan Bersih Bermanfaat bagi Ummat
Fastabiqul Khairat
''Berlomba-lomba dalam kebaikan.'' Ajaran Islam itu terus dipegang teguh Hj. Marissa Haque Fawzi. Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang public figure menjadi duta ekonomi syariah, Duta Waqf Fund Indonesia, menjadi pengajar tamu diberbagai univesitas negeri maupun swata, wanita kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur 15 Oktober 1962 itu masih menyempatkan diri aktif dalam berbagai kegiatan hukum-gender-sosial-kemasyarakatan, serta pelatihan leadership/kepemimpinan. Hj. Marissa Haque Fawzi juga menekankan arti pentingnya memulai sebuah kegiatan dengan hati bersih, langkah kanan serta dimulai dengan tujuan hablum minallah serta hablum minannas tanpa dana korupsi. Hj. Marissa Haque Fawzi juga selalu mengingatkan didalam pelatihan-pelatihannya, bahwa korupsi di Indonesia sudah semakin kronis yang diduganya dilakukan dengan cara sangat sistemik. Mulai dari oknum yang pernah Berjaya dimasa lalu sampai dengan oknum yang dikarbit oleh sisa rezim masa lalu dengan memakai dana APBD yang memaksakan menjadi pemimpin disuatu daerah.
Hj. Marissa Haque Fawzi berkiprah dan mendedikasikan dirinya dalam beragam kegiatan kepemudaan positif, yang bersifat independen maupun ormas dan orsospol. Seperti misalnya membina para: ikatan pemuda NU (Nahdatul Ulama), ikatan pemuda Muhammadiyah, ikatan pemuda Katolik, ikatan pemuda Budha, ikatan pemuda Hindu, ikatan pemuda Kristen Protestan, dalam Pemuda Integritas Tangerang Selatan. Juga bimbingan belajar bagi siswa dan siswi SMU agar mampu menebus universitas tertentu di Tangerang Selatan, membina sudaut taman bacaan di masjid-masjid Tangerang Selatan, peduli lingkungan hidup sesuai dengan pendidikan terkhirnya program Doktor dari IPB Bogor, pemanfaatan sampah organic bekerjasama dengan wilayah administratiftetangga di Kabupaten Tangerang, daur ulang plastik hingga memiliki nilai ekonomi, hingga membina beberapa majelis taklim diseluruh Tangerang Selatan.
Keikhlasan Hj. Marissa Haque Fawzi dalam berbagai kegiatan itu merupakan bentuk fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), sesuai dengan judul blogdetik.com yang telah dibinanya sejak 3 (tiga) tahun lalu. Bahkan menurut beberapa pemuda binaan Hj. Marissa Haque Fawzi judul blog-nya tersebut sempat juga digunakan oleh mantan wakil Presiden JK di blog asuhan kelompoknya pada http://kompasiana.com saat kampanye lalu. Termasuk juga salah satu sosok yang tengah sangat berambisi menjadi pemimpin di Tangerang selatan dalam blog-nya dialamat yang sama dengan diatas dan Koran Republika Jumat.
Kepedulian Hj. Marissa Haque Fawzi untuk berkiprah dengan membangun kualitas kemanusiaan yang telah sejak mulai aktif di politik dimulainya melalui beragam organisasi. Kedua orangtuanya secara aktif dan terstruktur memang telah mempersiapkan ketiga buah hatinya yang kebetulan perempuan semua dengan sangat baik. Apalagi dalam konteks hubungan sosial-kemasyarakatan, aktivitas yang selalu dilakukannya selama hidup merupakan salah satu warisan yang selalu diajarkan dan ditanamkan kedua orangtua dan kakek-neneknya yang terkait dengan penyebaran dakwah agama Islam. ''Sejak kami bertiga kecil kedua orang tua kami juga selalu mengajarkan bahwa tangan kita harus selalu di 'atas' dan mampu menciptakan pekerjaan bagi masyarakat disekitar kita (entrepreneurship)'' ungkapnya. Dengan niat tersebut selalu didengungkan ketelinga ketiga gadis kelaurga Haque agar selamanya ber-fastabiqul khairat. Hj. Marissa Haque Fawzi ber-nazar, bahwa seluruh aktivitasnya terkait dengan ummat dan memanusiakan kemanusiaan yang dilakukannya dengan keikhlasan tinggi, dapat memberi manfaat untuk masyarakat banyak serta lingkungan hidup di Tangerang Selatan.
Ibu dua putri buah cinta dengan Ahmad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi) ini bernama Isabella Mulaiwati Fawzi/Bella (23 tahun) dan Marsha Chikita Fawzi/Kiki (22 tahun) itu mengaku sudah mulai terlibat dengan seluruh kegiatan organisasi seni sosial dan kemasyarakatan sejak duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) diberbagai daerah mengikuti ayahnya yang bekerja di Pertamina Pusat.
Ketika menimba ilmu di bangku SMP negeri 73 tebet Timur kelas 2, kemampuan berorganisasi dan kepemimpinannyanya mulai diasah lewat Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Pramuka, dan berhasil membawa nama harum bagi sekolahnya memenangkan lomba Senam pagi Indonesia tingkat Jakarta Selatan. Hj. Marissa Haque Fawzi tampil pada usianya yang ke 14 tahun sebagai pemimpin kontingan SMP 73 Tebet Timur. Padahal ia masih kelas 2 (dua) dan harus memimpin kakak kelas dari kelas diatasnya. Selain aktif di OSIS, pada saatsekolah disekolah unggulan terbaik se Indonesia yaitu SMA negri 8 Bukit Duri Jaksel, Hj. Marissa Haque Fawzi juga tergabung dalam kelompok kesiswaan OSIS, Paskibraka, kegiatan dunia tulis-menulis Mading, dan Organisasi kesenian Swara Maharddhika pimpinan salah satu anak proklamator RI Bung karno bernama Guruh Soekarnoputra. Mulai terkenal sebagai bintang iklan ditelevisi Madonna Acne Lotion pada acara Mana Suka Siaran Niaga TVRI, lalu terpilih menjadi pemeran utama dalam film “Kembang Semusim” arahan sutradara MT Risyaf yang memberikan Piala Citra pemeran utama terbai bagi aktris Mieke Wijaya pada tahun 1981 di FFI Surabaya, Jawa Timur.
''Saat kuliah, Hj. Marissa Haque Fawzi aktif di Senat Mahasiswa sekarang dikenal dengan Badan Eeksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Islam, sembari tetap sebagai foto model, peragawati, serta aktris film'' Menurutnya, sebagai seorang hamba Allah ia tidak bisa hanya mencari dunia saja, apalagi kemudian namanya semakin meroket ketika apda tahun 1985 di FFI (Festifal Film Indonesia) yang dilaksanakan di kota Bandung ia dinominasikan sekaligus pada dua judul film sebagai peeran pembantu wanita terbaik dalam film: “Serpihan Mutiara retak” arahan sutradara Wim Umboh dan “Tinggal Landas buat Kekasih” arahan sutradara Sophan Sophiaan. Lalu dirinya terpilih sebagai model terbaik se asia Tenggara untuk iklan mobil Toyota Astra dan terpilih sebagai salah satu model iklan sabun Lux Internasional. Hj. Marissa Haque Fawzi memutuskan untuk menjalani hidup dengan keseimbangan. Ia aktif mengasah pengetahuannya dalam ilmu Islam melalui seorang musrsyid bernama KH. Jakasuria asal Banten di Pulo Raya, Kebayoran baru, Jakarta Selatan bersama beberapa public figure dunia perfilman nasional papan atas kala itu. Semisal almarhum Sjumanjaya berserta istrinya kala itu Zoraya Perucha, adik almarhum bernama almarhum Sjumantiasa, Artaria St Takdir Alisyahbana teman mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/sekarang salah seorang pemilik Majalah IslamNoor, dan masih banyak lain sebagainya.Hj. Marissa Haque Fawzi kemudian menjadi sedikit ‘keranjingan’ belajar ilmu Tasawuf serta ilmu La Duni terkait dengan social kemasyarakatan. Karenannya Hj. Marissa Haque Fawzi percaya bahwa memberi bimbingan kearah kebaikan serta keselamatan dunia dan akhirat serta memberi teladan sebagai sebuah contoh nyata adalah menjadi obsesi utamanya pada usianya yang ke 47 ditahun 2010 ini. Upayanya menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW dengan setiap hari mengatakan hal yang benar walau pahit sekalipun. “Balighu ‘ani walau ayah,” kata Hj. Marissa Haque Fawzi secara fasih. Ia pun hari ini secara intensif ditengah kesibukannya menyelesikan S2 nya yang ‘kesekian’ memperdalam bahasa Arab dan kaligrafi Islam dalam lukisan.
Hj. Marissa Haque Fawzi pun tak lupa mengajak beberapa teman perempuan dari majelis taklim yang dibinanya terlibat dalam kemampuan membuat lukisan kaligrafi Islam ini. Sesuai pengalaman sejak kecil, diaman Hj. Marissa Haque Fawzi mengaku digembeleng dalam keluarga yang sangat relijius serta penuh disiplin tinggi. Ayahnya, Allen Haque berdarah Belanda-Perancis-India/anak dari seorang India Islam akuntan publik Konsulat Jendral India di Surabaya asal Lucknow Uttar Pradesh bernama Siraj Ul Haque yang menikahi seorang misionari Katolik dari Belanda untuk Surabaya (belum ditahbis/dibaiat) berdarah Belanda-Perancis bernama Charlotte Louis Poittier yang kemudian masuk Islam mengikuti agama suaminya. Allen Haque yang berwarganegara Indonesia ini lalu bekerja pada perusahaan minyak multinasional sejak dari nama Shell, BPM, Permina, sampai Pertamina. Sedang ibunya adalah seorang bumi putra asli Jawa Timur, yang berkerabat dengan salah satu pendiri Nahdatul Ulama dari Madura. R Ay Mieke Soeharijah adalah seorangbsekrtaris senior diperusahaan yang sama yang menguasai 4 (empat) bahasa asing. Yang sejak menikah memiliki beberapa usaha rumahan dan menularkan jiwa entrepreneurship serta kepekaan sosial tinggi kepada ketiga putrinya: Marissa Grace, Soraya Jasmine, Shahnaz Natasha. Asia Pacific Best Actrees di Taipei pada tahun 1987 ini bersyukur bahwa berkat pendidikan dari kedua orangtua serta kakek-neneknya, ia mampu berhasil menjalani seluruh perangkap kehidupan duniawi ini dengan menapaki hidup dengan keseimbangan Yin dan Yang.
Pendidikan hidup dan kehidupan yang ditanamkan kedua orangtua dan kakek neneknya lah, yang kini ditransferkan kepada kedua buah hatinya. Dimana Bella Fawzi alumni FIB-UI/Fakultas Budaya Universitas Indonesia jurusan Satra Inggris dan sekarang mahasiswi FISIP-UI/Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia jurusan Komunikasi telah mulai menapaki karir sebagai reporter, Engslish news anchor, dan wartawati pada grup RCTI bernama Global TV. Sementara si bungsu Chikita Fawzi, kini tengah menyelesaikan pindidikan akhir di Malaysia pada MMU (Malaysian Multi Media University) di Cyberjaya, Malaysia, dimana sebagai salah seorang animator andalan serial “Upin dan Ipin” produksi Lez Copaque, Malaysia, sejak bulan lalu telah berhasil menembus Disney Channel International. Program serial “Upin dan Ipin” tersebut kini didub kedalam bahasa Inggris. Sehingga pemirsa serial tersebut dari seluruh dunia mampu menangkap the message of Islam dalam bentuk Entertainment. Hj. Marissa Haque Fawzi bersama suaminya H. Ikang fawzi selalu menanamkan kepada buah hatinya untuk berbagai ilmu dan kemashlahatan dengan orang lain. Pada saat-saat tertentu, Hj. Marissa Haque Fawzi dan suaminya tak lupa mengajak kedua putrinya disaat libur bersama ke tempat kerja dan berbagai kegiatan sosial. ''Mudah-mudahan apa yang selama ini dilakukan dengan keikhlasan tinggi dapat menjadi cerminan buat seluruh anak-anak Indonesia dimanapun berada.''
Hj. Marissa Haque Fawzi melanjutkan tausiahnya bahwa Islam adalahkebersihan luar dan dalam, tidak menipu dan tidak mengambil hak orang lain, tidak munafik dan mengatakan apa yang terbaik dijalan Allah walau halk tersebut sangat pahit bagi yang tersinggung. Mampu berserah diri, percaya dengan recana-Nya, setia kepada pasangan hidup, dan menjalani apa yang ada dengan ikhtiar sebaik-baiknya. Premis kehidupannya didalam 'jalan' membingakpai politik dengan hukum adalah sangat syar’i, serta menjujurkan keadilan dalam koridor perjuangannya untuk Banten adalah keikhklasan tinggi yang kini dirasakannya mulai tidak berjalan sendirian lagi. Insya Allah adalam waktu dekat seluruh elemen masyarakat yang telah sadar akar sebuah kekuatan jahat sebuah dinasti yang ingin menguasai hajat hidup orang banyak bersama bangkit untuk mempertahankan kemashlahatan yang sempat terampas untuk dikembalikan kejalan yang benar.
''Dibulan suci Ramadhan ini marilah kita semua berserah diri dan percaya kepada rencana-Nya semata. Mari lakukan seluruh upaya kbaikan bagi Tangerang selatan dengan nawaitu beribadah hanya kepada Allah. Dengan tetap berkiblat kepada Islam sebagai pedoman hidup agar mampu selamat di dunia dan akhirat. Fastabiqul khairat … mari berlomba-lomba menuju kebaikan. Demikian tausiyah satu jam penuh oleh Hj. Marissa Haque Fawzi di Masjid al Birruni Wattaqwa, Parung Benying, Tangerang Selatan belum lama ini.
Oleh: Chaerani Ruslani, Majelis Taklim Al Birruni Wattaqwa (Fatayat NU, Tangsel).
Manusia Sebenarnya Sedang Tidur: Bunda Marissa Haque Fawzi untuk Tangsel 2010
Dalam sebuah perenungan panjang, tatkala kutatap lalu lalang manusia yang menyemut dalam sebuah perjalanan panjang Bintaro ke Jakarta Pusat, terbayang wajah-wajah banyak manusia melangkah dengan mata terpejam. Ah, mereka sedang tidur!
Annemarie Schimmel, seorang wanita keras hati namun halus budi yang dititipi Allah kecerdasan diatas rata-rata dengan kemampuan verbal yang sangat lancar, adalah salah seorang role model ku didunia Sufisme/Tasawuf. Dalam salah satu buku tulisannya yang berjudul Jiwaku adalah Wanita, didalam paragraf pembukanya diceritakan sebuah kisah tentang seorang guru India yang sedang berkunjung ke Damaskus, Syria. Buku yang diceritakan tersebut adalah sebuah buku tua terbitan 1872 dengan judul Padmanaba dan Hasan. Disana sang guru India tersebut memperkenalkan awal langkah misteri kehidupan spiritual kepada seorang anak laki_laki yang bernama Hasan yang membawanya kesebuah ruang bawah tanah. Ada sebuah keranda yang berdampingan dengan bekas singgasana Raja teronggok, dikelilingi sekumpulan harta benda ratna mutu manikam yang tak ternilai. Pada keranda tersebut terpatri kata-kata “…sebenarnya manusia itu semua sedang tidur, ketika mereka meninggal dunia, pada saat itulah mereka sebenarnya terbangun.” Schimmel kemudian baru menyadari belakangan bahwa ternyata sepenggal kata-kata yang terpatri tersebut adalah hadis Rasulullah Muhammad yang amat disukai dikalangan para Sufi dan penyair dunia Islam.
Didalam konteks posisiku sebagai anggota DPR terpilih periode 2004-2009 melalui partai Politik PDI Perjuangan, aku merasakan sepotong tulisan yang saya kutip diatas dari buku Annemarie Schimmel, adalah sebuah metafora pula dari penggalan lain langkah kehidupanku dalam kaitan dengan dunia politik. Betapa kehidupan singkat manusia ini hanyalah sepenggal mimpi pendek bunga tidur yang akan menetukan sebuah kehidupan abadi lainnya setelah alam dunia ini. Betapa sesungguhnya mimpi pendek ini sangat silau dengan tipu daya yang menjerumuskan. Alangkah kita nantinya akan menyesali ayunan langkah kehidupan yang telah kita lakukan, saat kita menyadari bahwa dikala mati kelak tidak satupun harta dunia akan terbawa.
Menjadi seorang anggota DPR, merupakan amanah sekaligus ujian dan jebakan yang nyata, yang akan menguji apakah dipenghujung langkah hidupku kelak aku layak menjadi kekasih Allah dan sahabat Rasulullah.
Dimana kebutuhan transendental merupakan intrinsik atau innate property yang membuat setiap manusia itu cinta Illahi—apapun agama yang dipeluknya—dan ingin bersatu dengan Nya dikehidupan abadi kelak. Saat itu adalah saat dimana manusia sudah benar-benar bangun dari tidurnya. Namun sekarang masalahnya. Apakah manusia mengetahui bahwa sebenarnya mereka itu sedang tidur pada saat mereka sedang melakukan aktifitas kesehariannya? Wallahualam bisawab. Semoga Allah SWT membimbing pada jalan keselamatan didunia dan di akhirat, dan mengumpulkan kita semua kelak didalam tempat yang sejuk serta penuh dengan cahaya cinta kasih abadi.
(Jakarta, 12 Juli, 2004 oleh Marissa Haque Fawzi untuk Majalah Noor edisi September 2004)
Annemarie Schimmel, seorang wanita keras hati namun halus budi yang dititipi Allah kecerdasan diatas rata-rata dengan kemampuan verbal yang sangat lancar, adalah salah seorang role model ku didunia Sufisme/Tasawuf. Dalam salah satu buku tulisannya yang berjudul Jiwaku adalah Wanita, didalam paragraf pembukanya diceritakan sebuah kisah tentang seorang guru India yang sedang berkunjung ke Damaskus, Syria. Buku yang diceritakan tersebut adalah sebuah buku tua terbitan 1872 dengan judul Padmanaba dan Hasan. Disana sang guru India tersebut memperkenalkan awal langkah misteri kehidupan spiritual kepada seorang anak laki_laki yang bernama Hasan yang membawanya kesebuah ruang bawah tanah. Ada sebuah keranda yang berdampingan dengan bekas singgasana Raja teronggok, dikelilingi sekumpulan harta benda ratna mutu manikam yang tak ternilai. Pada keranda tersebut terpatri kata-kata “…sebenarnya manusia itu semua sedang tidur, ketika mereka meninggal dunia, pada saat itulah mereka sebenarnya terbangun.” Schimmel kemudian baru menyadari belakangan bahwa ternyata sepenggal kata-kata yang terpatri tersebut adalah hadis Rasulullah Muhammad yang amat disukai dikalangan para Sufi dan penyair dunia Islam.
Didalam konteks posisiku sebagai anggota DPR terpilih periode 2004-2009 melalui partai Politik PDI Perjuangan, aku merasakan sepotong tulisan yang saya kutip diatas dari buku Annemarie Schimmel, adalah sebuah metafora pula dari penggalan lain langkah kehidupanku dalam kaitan dengan dunia politik. Betapa kehidupan singkat manusia ini hanyalah sepenggal mimpi pendek bunga tidur yang akan menetukan sebuah kehidupan abadi lainnya setelah alam dunia ini. Betapa sesungguhnya mimpi pendek ini sangat silau dengan tipu daya yang menjerumuskan. Alangkah kita nantinya akan menyesali ayunan langkah kehidupan yang telah kita lakukan, saat kita menyadari bahwa dikala mati kelak tidak satupun harta dunia akan terbawa.
Menjadi seorang anggota DPR, merupakan amanah sekaligus ujian dan jebakan yang nyata, yang akan menguji apakah dipenghujung langkah hidupku kelak aku layak menjadi kekasih Allah dan sahabat Rasulullah.
Dimana kebutuhan transendental merupakan intrinsik atau innate property yang membuat setiap manusia itu cinta Illahi—apapun agama yang dipeluknya—dan ingin bersatu dengan Nya dikehidupan abadi kelak. Saat itu adalah saat dimana manusia sudah benar-benar bangun dari tidurnya. Namun sekarang masalahnya. Apakah manusia mengetahui bahwa sebenarnya mereka itu sedang tidur pada saat mereka sedang melakukan aktifitas kesehariannya? Wallahualam bisawab. Semoga Allah SWT membimbing pada jalan keselamatan didunia dan di akhirat, dan mengumpulkan kita semua kelak didalam tempat yang sejuk serta penuh dengan cahaya cinta kasih abadi.
(Jakarta, 12 Juli, 2004 oleh Marissa Haque Fawzi untuk Majalah Noor edisi September 2004)
Langganan:
Postingan (Atom)







