Doa Membangun Kemuliaan Pemuda Integritas Tangsel 2010

Doa Membangun Kemuliaan Pemuda Integritas Tangsel 2010
Doa yang Memuliakan dalam Fastabiqul Khairat

Pertarungan Wahidin Halim dan Ratu Atut Chosiyah Walikota Tangsel 2010

Pertarungan Wahidin Halim dan Ratu Atut Chosiyah Walikota Tangsel 2010
Pertarungan Wahidin Halim dan Ratu Atut Chosiyah Walikota Tangsel 2010
Tampilkan postingan dengan label Ratu Atut Chosiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ratu Atut Chosiyah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

Duh! Semoga angelina Sondakh Tetap dalam Iman Islamnya: Marissa Haque Fawzi

Sabtu, 17 Desember 2011 20:23 WIB

Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/mobile/index.php/2011/12/17/marissa-haque-hubungan-angie-berpotensi-bocorkan-strategi-kpk

Marissa Haque: Hubungan Angie (Angelina Sondakh) Berpotensi Bocorkan Strategi KPK

JAKARTA, TRIBUN - Artis senior yang juga politisi, Marissa Haque mengatakan, hubungan asmara antara politisi Partai Demokrat, Angelina Sondakh dengan penyidik KPK, Kompol Raden Brotoseno, berpotensi kebocoran strategi internal KPK kepada partai dalam menangani kasus korupsi Wisma Atlet, seperti dituduhkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Marissa yang telah Doktor (S3) dari IPB dan menyelesaikan disertasi tentang Illegal Logging di Riau ini menjelaskan, dari ukuran etika, apa yang mereka lakukan sangat tidak etis. "Mengingat dari kacamata hukum,  apa yang dituduhkan Nazarudin ke Angie terhadap delik pidana gratifikasinya, menuju ke arah TSK alias tersangka," jelas istri rocker Ikang Fawzi ini, Sabtu (17/12/2011).

Icha, panggilan akrab Marissa Haque, memuji kejelian mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas, dalam mengungkap hubungan asmara antara penyidik dengan Angie. Ibu dua anak yang tmenyelesaikan program MBA dari FEB Universitas Gajah Mada (UGM) dan sekarang sedang menyelesaikan Program MH dari Universitas Gajah Mada (UGM) juga ini menjelaskan, bahwa saat di dalam kelas hukum yang mahasiswa sebagian besar dari kepolisian dan kejaksaan, muncul informasi bahwa Kompol Broto kekasih Angie tersebut bukan minta pindah tapi dipindahkaan. Dari kelas hukum tersebut juga beredar kabar jika keduanya baru berkenalan selama dua bulan ini saat Angie disidik.

Saat ini Icha (Marissa Haque) sembari menghabiskan sisa tahun 2011 sedang merampungkan penulisan buku mengenai batik tandem bersama anak salah seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis UGM, Meta Thereskova.

Editor : zulham
Source : Tribunnews
"Duh! Semoga angelina Sondakh Tetap dalam Iman Islamnya: Marissa Haque Fawzi"

Rabu, 27 Juli 2011

Alhamdulillah Melalui Musik & Islam Proses Kematangan Chikita Berkelanjutan: Marissa Haque & Ikang Fawzi


Tak usah kau benci org yg menghujatmu, krn satu saat mgkin dia akan menjadi sahabatmu….Doakan dan pasrahkan pada Allah SWT…..
Dalam: “Ketika Chikita Fawzi Kami Mendoakan Ibu & Ayahnya:  Marissa Haque”

Minggu, 24 Juli 2011

Kuncinya adalah Pasangan: Keberhasilan Ikang Fawzi & Marissa Haque

Ikang Fawzi Rocker Indonesia Pertama dapat MBA dari UGM (2011)

Ikang Fawzi dan 2 Awards Musiknya yang Fenomenal, 1988
Juga Kebaggan Melalui Lagu Preman untuk Lagu dan Penyanyi: Ikang Fawzi dan 2 Awards Musiknya yang Fenomenal, 1988 cerita istrinya Marissa Haque


Yang Membanggakan, Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Lulus MBA dari FEB UGM dengan Nilai A Bulat, Wisuda, Yogyakarta, Januari 2011


Yang Membanggakan, Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Lulus MBA dari FEB UGM dengan Nilai A Bulat, Wisuda, Yogyakarta,  Januari 2011.

 Dan...alhamdulillah Ikang Fawzi suamiku tercatat sejarah Indonesia sebagai penyanyi rock Indonesia terkenal yang mendapatkan MBA dari UGM melalui Program Magister Manajemen dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB-UGM).

Allahu Akbar! Subahanallaaaah...

Minggu, 17 Juli 2011

Mendag Akui China Main Curang di ACFTA : detikFinance.com dalam Marissa Haque Fawzi


Senin, 11/04/2011 18:07 WIB
Ramdhania El Hida - detikFinance


Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan berdasar temuan tim independen Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) dan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) terungkap bahwa terdapat perdagangan yang timpang sebagai imbas dari penerapan kebijakan ACFTA. Namun, kata Mari, pemerintah telah menanggulangi ketidakseimbangan tersebut melalui penerapan beberapa kebijakan.

"Temuannya menunjukkan bahwa ada perdagangan yang tidak fair makanya itu kita kenakan bea masuk tambahan, itu namanya bea masuk antidumping, ada juga namanya bea masuk safeguard, namanya bea masuk penyelamatan," ujarnya ketika ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (11/4/2011).

Meskipun Mari menyatakan komitmen kebijakan ACFTA akan tetap dijalankan. Pasalnya, kebijakan tersebut juga mempunyai keuntungan seperti meningkatnya investasi China di Indonesia.

"Iya masih komit, kita mengatasi masalah daya saing di dalam negeri, untuk mengatasi berbagai hal, ada yang infrastruktur ada masalah bahan baku. Semua itu harus kita atasi dan pada saat sama kita sudah punya kesepakatan bilateral dengan China untuk menjaga supaya hubungan kita itu win-win," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, yang mengatakan pemerintah akan tetap menjalankan kesepakatan yang telah ada dengan China.

"Yang paling penting buat kita itu bagaimana agar balance dan tidak merugikan kita. Itu PR (pekerjaan rumah) kita, kita kerjakan, meningkatkan capacity building dan meningkatkan daya saing. Tapi juga China kita minta menjaga balance of trade-nya. ASEAN iya, kita harus komit dengan ASEAN. Ini dalam kerangka ASEAN, bukan bilateral. Tapi kita juga tidak ingin industri kita mengalami gangguan, apalagi sampai mengalami kebangkrutan atau apapun sesuai laporan perindustrian," ujarnya.

Sebagai informasi, sebanyak tujuh jenis produk industri yakni besi dan baja, tekstil dan produk tekstil (TPT), kosmetika, mainan anak, alas kaki, lampu, dan loudspeaker diusulkan untuk dievaluasi penerapannya pasca implementasi perjanjian perdagangan bebas ACFTA.

Dirjen Basis Industri Manufaktur (BIM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, dari tujuh produk tersebut, terdapat lima jenis produk utama yang mengalami lonjakan impor yang signifikan. Kelima produk itu adalah besi dan baja, TPT, mainan anak, kosmetika, dan alas kaki.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), selama Februari 2011 perdagangan Indonesia dengan China juga mencatat defisit US$ 324,5 juta. Defisit neraca perdagangan nonmigas dengan China pada periode Januari-Oktober 2010 mencapai US$ 5,3 miliar. Angka itu mengalami peningkatan sebesar US$ 1,4 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2009 senilai US$ 3,9 miliar.

(nia/hen)

Selasa, 17 Mei 2011

Pertimbangan Illahiyahku: Marissa Haque Fawzi


Jumat, 18 Maret 2011

Cukup Sekali di Pilkada, Kini Marissa Haque Bercita-cita Jadi Hakim MK bidang Hukum Bisnis


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Marissa Haque menegaskan bahwa dirinya tidak akan terjun lagi dalam ajang pemilu kepala daerah (pilkada) di Banten. Menurut dia, keikutsertaannya dalam pilkada Banten beberapa waktu lalu cukup sebagai pembelajaran dalam hidupnya.

”Jadi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Suhaemi mantan Kajati Banten yang telah mempercayai saya,” ujarnya “Mungkin waktunya kurang tepat,” tegas Marissa saat berkunjung ke kantor Republika di Jakarta Jumat (18/3)

Marissa menuturkan saat kini ia tengah berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan studi S2 nya di UGM di dua fakultas, yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi Bisnis. ”Fokus saya saat ini ke situ,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan cita-cita besarnya saat ini adalah ingin berkarier sebagai hakim di Mahkamah Konstitusi (MK). ”Saya melihat di MK saat ini belum ada Ahli Hukum Bisnis. Sembilan hakim di MK adalah ahli Hukum Tata Negara, Hukum Pidana dan Hukum Perdata. Belum ada dari Hukum Bisnisnya, yang nantinya spesialisasi insya Allah pada Hukum Ekonomi Syariah,” ujar Marissa.
Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Rep: Rahmat Santosa B
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/sengga…

Selasa, 22 Maret 2011

Marissa Haque Dianiaya di Dunia Maya kata FORGOS di detik.comn rac

Siapa pelaku pengiriman berita ini di FORGOS di grup detik.com??? Jahat sekali oknum mereka itu ya? Biarlah di akhirat nanti mereka semua akan  menanggung energi buruk yang mereka keluarkan. 

Kami sekeluarga memaafkan anda semua!

Sumber: http://forum.detik.com/marissa-haque-merasa-teraniaya-di-dunia-maya-t231222.html 

Citra baik Marissa Haque sebagai seorang artis, politisi, dan ibu rumah tangga dirusak orang tak bertanggung jawab di dunia maya. Ia pun mengangap hal itu sebagai black campaign. Apa sebab?.

Diceritakan Marissa Haque, semenjak ia memberikan dukungan penuh terhadap Andre Taulany sebagai calon Walikota Tangerang Selatan banyak bermunculan gambar-gambar seronok mengatasnamakan keluarganya di dunia Maya. Ia pun menduga ada unsur politik di dalamnya.

"Itu kalau disearching nama Ikang di Youtube, pasti ada gambar esek-esek dengan judul namaku atau Ikang. Masya Allah. Ini kan semacam pembusukan karakter," ujar Marissa saat ditemui di kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (18/1/2011).

Ibu dua anak itu awalnya tak menyadari jika citra baiknya sudah teraniaya di dunia maya. Karena ia terbiasa memanfaatkan internet hanya untuk keperluan pekerjaan.

"Tadinya aku cuek. Karena biasanya aku buka internet hanya untuk riset. Ternyata pas diberitahu, aku coba searching, Dan itu cukup mengganggu," jelas wanita yang sempat mencalonkan jadi Wakil Gubernur Banten pada tahun 2006 lalu itu. (sumber: yahoo)

Marissa Haque Dianiaya di Dunia Maya kata FORGOS di detik.com

Kamis, 03 Maret 2011

Tak Ikut Nyontreng Pemilukada Ulang Tangsel 2011, Marissa Haque & Ikang Fawzi Bulanmadu ke Yogyakarta

Allahu Akbar!


 
Ya Allaaah... fabiayyi ala'i Robbi kumma tukadzdibaaan...
tak ada lagi ni'mat yang akan kami dustakan Ya Allaaah... Terimakasih banyak atas rezeki umur panjang, kebahagiaan berkelanjutan... anak-anak sehat dan cantik-cerdas... teman-teman kami yang setia dalam suka dan duka... terimakasih Ya Allah...terimakasih...

Bulan-bulan terakhir ini kami berdua semakin banyak berdua... bulan madu teruuus... Alhamdulillaaah...

Bulan Madu Terus Selama di Yogyakarta: Marissa Haque & Ikang Fawzi
Sumber:http://marissa-haque-fh-ugm.blogspot.com/

Kamis, 10 Februari 2011

10 Tahun Pernikahan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan di Tangsel: dalam Bunda Marissa Haque


10 Tahun Pernikahan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan: “Kalau Tidak Tahan, Anak Kami Bisa 24 Orang”

gilang-shahnaz-julian
Gilang Ramadhan & Shahnaz Haque (Julian/BI)
“PERNAH lihat orang Jepang bermata belo tidak?” celetuk Shahnaz Haque (38) sambil berpose dengan kostum kimono ala wanita Jepang.

Sang suami, Gilang Ramadhan (47) hanya tersenyum melihat polah istrinya. Beberapa detik kemudian, Shahnaz sudah berada tepat di samping Gilang yang asyik menguyah kacang.

“Kami sedang pacaran, lagi kencan,” ceplos Shahnaz tersenyum kecil.

Pacaran yang dimaksud Shahnaz dan Gilang, tentu saja menghabiskan waktu bersama tanpa diusik ketiga anaknya.
"Anak-anak kami sedang sekolah. Kami sering memanfaatkan waktu sempit ini untuk jalan-jalan,” ujar Gilang.

Kami meminta pendapat Gilang tentang penampilan istrinya saat itu. “Hmm... jadi nafsu nih, habis kamu seperti paduan cewek Jepang dan India sih,” Gilang tersenyum nakal.

Dibilang begitu, pipi Shahnaz memerah. Beginilah keseharian pasangan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan. Penuh keceriaan dan selalu mesra.

“Tidak terasa, Mei nanti pernikahan kami berumur 10 tahun. Akhirnya, sampai juga ya pah, enggak disangka,” Shahnaz tersenyum dan disambut tawa Gilang.

“Tapi Gilang bukan pria yang romantis. Dia tidak pernah memberi saya bunga, cokelat apalagi lagu. Dia hanya memberi saya tiga anak yang lucu-lucu dan mukanya mirip Gilang semua. Itu lebih dari cukup,” jawab Shahnaz ketika ditanya kado apa yang ingin ia terima dari Gilang di perayaan 10 tahun pernikahannya nanti.
“Jadi, kami tidak bikin perayaan apa-apa. Kita bikin anak saja yuk pah,” Shahnaz tersenyum manja. Suami-istri ini berbagi pengalaman mengarungi bahtera rumah tangga 10 tahun terakhir lengkap dengan lika-likunya.

Masa-masa Sulit di Awal Pernikahan
Merunut awal percintaan hingga rumah tangga mereka dianugerahi tiga bidadari cantik, Shahnaz bertutur pernikahannya pernah melalui masa sulit.

“Itu lumrah, setiap rumah tangga pasti mengalami itu,” bilang Shahnaz. Yang jadi perkara, Shahnaz-Gilang justru mengalami masa sulit di awal pernikahan.

“Di usia 29 tahun, saya sudah memilki segalanya. Punya rumah sendiri dan materi yang berkecukupan, pekerjaan dan gelar.. Saya tidak terburu-buru menikah karena itu bukan sesuatu yang mendesak. Tiba-tiba Allah mempertemukan kami dan saya benar-benar tidak bisa berkutik,” ungkap Shahnaz.

Itu yang jadi masalah. Meski Shahnaz yakin Gilang jodohnya, mengubah pola hidup yang sudah tersusun rapi kemudian hidup dalam satu atap tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Jelas ada perbedaan.

”Namanya juga rumah tangga, pastilah ada ribut-ribut kecil karena perbedaan pendapat. Menyatukan dua pribadi yang sudah matang itu sulit sekali,” bilang Shahnaz.
Untungnya itu tidak lama. Satu bulan menikah, Shahnaz hamil. Keadaan berubah membaik.
“Saya jadi percaya ungkapan anak bisa mempersatukan orangtua. Hubungan kami jadi dekat karena Gilang mengurusi kehamilanku,” sebut adik Marissa Haque ini.
Sejak Shahnaz hamil, Gilang melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Dari rocker menjadi pengasuh bayi.

“Salah satu yang bikin kami bertahan sampai saat ini, karena saya tahu dia sayang banget dengan anak-anak. Dia ikut temani aku bangun jam dua pagi ketika aku harus menyusui bayi. Malah, dia lebih telaten dari aku dalam mengurus bayi,” ungkap Shahnaz.

Yang dibutuhkan istri adaah sosok pria yang bisa melindungi dan merawat anak-anaknya. Gilang sudah lebih dari cukup memenuhi kriteria Shahnaz menjadi suami yang baik.
Jika anak bisa mempersatukan mereka, tak heran bila sebulan setelah putri pertamanya, Pruistin Aisha, Shahnaz hamil lagi.

“Awal-awal pernikahan kami sudah disibukkan dengan dua buah hati. Ternyata Gilang tokcer juga ya. Makanya, menikahlah dengan orang Sunda,” kata Shahnaz sambil terkekeh.
Giliran Gilang menimpali sambil menahan senyum.

“Mungkin, kalau tidak ditahan, anak kami bisa berjumlah 24 orang.”

Gilang Ramadhan: Poligami?
Era ’80 sampai ‘90-an, siapa yang tak kenal Gilang Ramadhan? Tabuhan drumnya mampu menyihir banyak wanita. Rockstar memang selalu identik dengan wanita.
Namun, apa yang membuat Gilang bisa setia pada satu cinta?

”Saya punya prinsip, satu saja pusing mengurusnya apalagi dua atau tiga,” kata Gilang menjawab apakah dia setuju poligami.

Ia membayangkan, jika dirinya menikah lagi, korbannya bukan hanya Shahnaz, tapi juga anak-anak.
“Yang namanya kasih sayang itu enggak bisa dibagi-bagi. Anak-anak pasti merasakan,” cetusnya.
Inilah yang menenangkan hati Shahnaz. Ia bersyukur, Tuhan menjodohkannya dengan Gilang.
“Saya pernah berpikir. Mungkin melamun. Banyak pasangan lain yang tidak sebahagia saya. Ada maasalah rumah tangga atau kelakukan si suami yang aneh-aneh. Di situ saya bersyukur memiliki Gilang. Dai begitu menyayangi keluarga ini. Bahkan, bisa dibilang, dia lebih takut menyakiti hati anak-anaknya ketimbang menyakiti hati istrinya sendiri. Itu yang saya kagumi,” urai Shahnaz.

Mereka berharap, usia rumah tangga ini tidak berhenti sampai bilangan sepuluh saja. Masih ada belasan dan puluhan tahun lagi yang harus dilalui.
“Setiap hari kami berusaha membenahi kekurangan masing-masing. Komunikasi itu poin yang amat penting untuk pernikahan ini,” sebut Gilang.

“Janji ya pah, jangan tinggalkan aku. Meninggalnya jangan cepat-cepat, nanti aku tidak ada yang menemani,” pinta Shahnaz diiringi anggukan kepala Gilang. Duh mesranya.
(jul/gur)

Sumber: http://www.tabloidbintang.com/berita/sosok/8819-10-tahun-pernikahan-shahnaz-haque-gilang-ramadhan-kalau-tidak-tahan-anak-kami-bisa-24-orang.html

Jumat, 21 Januari 2011

Bicara di Pemilukada Tangsel 2011 Wajib Waspada Kejahatan Cyber Tim Lawan Politik: dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi

Beri Hadiah ke Ikang, Marissa Haque Malah Dikasih Surprise
Sumber: Hendra, kapanlagi.com, Jan 2011

Marissa HaqueAtas kelulusan sang suami dengan hasil sempurna ketika menyelesaikan studi S2 pada bulan Desember 2010 lalu, Marissa Haque merasa perlu memberikan hadiah. Keberhasilan Ikang Fawzi itu pun ditandai dengan pemberian kado kepada sang suami yang disesuaikan dengan kebutuhannya, yakni sebuah laptop.

“Aku tahu Ikang butuh alat yang canggih dan simple dan bisa juga untuk otak-atik lagu. Dia kan orangnya suka bikin lagu terus mengaransemen sendiri. Dengan laptop itu Ikang bisa kerjakan dalam satu tempat,” cerita pemilik nama lengkap Marissa Grace Haque ini di kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang, Selasa (17/1).

Tapi tanpa diketahui Marissa Haque, Ikang pun sudah menyiapkan hadiah untuk dirinya. Dan hadiah yang diberikan juga sama seperti yang diberikan Marissa ke Ikang.

“Jadi aku mau memberikan hadiah laptop ke dia, nggak tahunya dia juga ngasih aku laptop juga yang sama. Katanya aku kan suka ngedit film di laptop, jadi dengan laptop ini aku dipermudah. Aku dikasih warna putih yang girly dan Mas Ikang aku kasih warna silver yang cowok banget,” ujarnya sambil tersenyum.

Memang tidak dipungkiri, kalau urusan gadget, pasangan suami istri ini sangat up to date. Bagi mereka laptop yang mereka miliki sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pendidikan. (kpl/hen/boo)

Kamis, 30 Desember 2010

Ikang Fawzi & Marissa Haque (Warga tangsel): Antisipasi Masuknya Arus Modal Spekulatif ke Indonesia 2011

Langkah Antisipatif

Sumber: http://marissa-haque-fh-ugm.blogspot.com/
Indonesia dan beberapa negara modern lainnya di dunia tidak mungkin menjalankan kegiatan ekonominya, tanpa investasi asing yang datang menanamkan modal ke negerinya. Sejak tahun 2010 ini investasi asing yang masuk ke Indonesia sangat tinggi, dan pemerintah Indonesia optimis bahwa investasi yang akan masuk pada tahun 2011 tumbuh lebih kuat.

Hatta Rajasa Menko Perekonomian Indonesia dan Darmin Nasution Guberbur BI seusai rapat di kantor Presiden di Jakarta pada tanggal 27 Desember 2010 mengungkapkan perkiraan investasi asing langsung/FDI (foreign direct investment) untuk tahun 2011 adalah sebesar $14 milyar, naik sebesar $1,5 milyar dari jumlah tahun sebelumnya sebesar $12,5 miliar. Sementara arus modal yang masuk ke portofolio sebesar $16 miliar pada periode tahun 2010.

Dengan dinamika arus modal asing yang masuk ke Indonesia tersebut, baik Menko Perekonomian maupun Gubernur BI mengingatkan bahwa harus terjadi kerjasama yang sangat baik serta harmoni antara pemerintah pusat dan BI guna sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter. Yang tujuannya tak lain adalah untuk berjaga-jaga bila terjadi sudden reversal dan mengurangi kecepatan arus modal yang sangat spekulatif serta berjangka pendek. Cara yang akan ditempuh oleh pemerintah Indonesia bekerjasama dengan BI adalah dengan membangun cadangan devisa yang memadai. Dengan catatan menurut BI bahwa saat ini cadangan devisa Indonesia adalah sebesar $95 miliar, dan dianggap cukup baik untuk kondisi sebuah Negara seukuran Indonesia.

Semoga kondisi politik-hukum Indonesia juga semakin kondusif kedepannya. Agar tidak mengganggu rencana yang telah ditetapkan bersama pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia sejauh ini.

Jumat, 24 Desember 2010

Segala Cara Ditempuh Ambisi Airin Rachmi Diany Walikota Tangsel 2010 Tapi Gagal Maning-Gagal Maning!

Setelah Berhasil Menghalau Achmad Suwandhi & Marissa Haque, Lalu Karpet Merah Untuk Airin Rachmi Diany Adik Ipar Ratu Atut Chosiyah Yang Yakin Menang Pemilukada Tangsel Diulang Pada 27 Feb 2011 Nanti


Majalah Tempo, 20 Desember 2010

SETELAH turun dari jip Fortunernya, perempuan berkerudung jingga itu segera disambut beberapa pejabat setempat. Berbusana batik warna senada, ia segera diarak ke karpet merah, lalu diantar ke kursi paling depan. Sang tamu, Airin Rachmi Diany, adik ipar Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, segera menjadi pusat perhatian.

Meski jabatan resminya “cuma” Ketua Palang Merah Indonesia Tangerang Selatan, Airin tamu penting dalam peresmian Pameran Teknologi Tepat Guna se-Provinsi Banten di kantor Kecamatan Ciputat, Juni lalu. Ia pun diberi waktu untuk menyampaikan kata sambutan.

Menjadi bintang di pelbagai acara, begitulah Airin sejak mencalonkan diri menjadi Wali Kota Tangerang Selatan-wilayah administratif baru di Banten. Ia berpasangan dengan Benjamin Davnie. Sejak awal tahun, ia menghadiri lebih dari 30 acara resmi pemerintah kota itu, selalu duduk di barisan terdepan, sesekali memberikan kata sambutan, tak jarang pula menggunting pita.

Foto-foto kegiatan Airin di acara resmi itulah yang diajukan Arsyid-Andreas Taulany, pasangan kandidat pesaing Airin dalam pemilihan kepala daerah pada 13 November lalu, ke Mahkamah Konstitusi. Mereka meminta Mahkamah membatalkan kemenangan pasangan Airin-Benjamin. “Pejabat pemerintah tidak netral karena memihak pasangan itu,” kata kuasa hukum mereka, Endang Hardian.

Gugatan itu dikabulkan Mahkamah, dua pekan lalu. Sembilan hakim konstitusi menilai pemerintah Tangerang Selatan mengistimewakan Airin-Benjamin. Baik pejabat pemerintah maupun tim penasihat hukum Airin tak bisa menjelaskan alasan keterlibatan Ketua Palang Merah dalam acara seperti pameran teknologi tepat guna dan pelantikan ketua RT di Kelurahan Cireundeu. “Ada kesengajaan membantu pencitraan Airin oleh aparatur Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” kata hakim konstitusi Achmad Sodiki.

Dalam pembacaan putusannya, Achmad menyatakan Mahkamah menemukan pelanggaran aturan pemilihan kepala daerah secara sistematis. Aparatur pemerintah tidak netral dan dimobilisasi untuk mendukung pasangan Airin-Benjamin. “Mahkamah Konstitusi memerintahkan pemungutan suara ulang di semua tempat pemungutan,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md.

Dalam perkara sengketa pemilihan kepala daerah di wilayah Banten, perintah pemungutan suara ulang ini adalah yang kedua yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi. Sebelumnya, MK memerintahkan hal yang sama dalam pemilihan Bupati Pandeglang. Pamong setempat terbukti mendukung calon bupati Erwan Kurtubi, yang berpasangan dengan Heryani, ibu tiri Ratu Atut.

Ali Irvan, Sekretaris Jenderal Jaringan Tangerang Selatan, organisasi nonpemerintah pemantau pemilu, menilai Gubernur Banten Ratu Atut berupaya memenangkan Airin. Dukungan itu diteruskan kepala dinas provinsi yang ditunjuk Ratu Atut menjadi penjabat wali kota.

Sang penjabat, Eutik Suarta, tentu membantah. Menurut dia, tuduhan bahwa pejabat setempat condong ke Airin hanyalah penafsiran lawan politiknya. “Saya pastikan pemerintah netral,” katanya kepada Tempo. Tapi keterangan saksi dan bukti di persidangan Mahkamah berbicara sebaliknya.

Hakim konstitusi Achmad Sodiki menyatakan ada pertemuan-pertemuan resmi antara tim Airin dan aparatur pemerintah setempat. Mahkamah menilai ada pengarahan berjenjang untuk mendukung Airin, dari pejabat kecamatan sampai ketua RT-yang diteruskan ke warganya.

Ketua RT di Kelurahan Cilenggang, Widi Wirdawan, bercerita pernah diundang ke acara pemberian dana peningkatan kinerja ketua RW dan ketua RT di Gedung Serbaguna Bumi Serpong Damai, pada Mei lalu. Ia melihat Airin ikut dalam pembagian uang Rp 300 ribu itu.

Ketika itu Airin didampingi Asisten Daerah I Tangerang Selatan Bidang Pemerintahan Ahadi. Menurut Endang Hardian, Ahadi adalah General Manager Airin Fans Club. Ketika itulah Ahadi mengedarkan memo kepada camat dan lurah di Tangerang Selatan, berisi rencana pembentukan pengurus Airin Fans Club di setiap kecamatan dan kelurahan. Memo itu dibubuhi stempel resmi pemerintah kota.

Ahadi juga terang-terangan menggalang dukungan buat Airin dalam sambutan peresmian radio Metro Zona. Ia berjanji kepada pengelola radio Metro Zona akan memberikan bantuan khusus jika Airin menang. Dalam persidangan, pembina Metro Zona, Abu Yazid Thoyib, bercerita bahwa Ahadi datang bersama camat dan lurah. Airin pun datang dan memberikan uang, “Tetapi belakangan sumbangan diminta lagi oleh Ahadi,” katanya.

Ahadi membantah telah mengedarkan memo dan hadir dalam peresmian Metro Zona. Tapi hakim konstitusi lebih mempercayai fotokopi memo dan rekaman suaranya ketika memberikan kata sambutan. Sepekan terakhir Tempo berusaha mengontak Ahadi meminta penjelasan tambahan, tapi ia menolak ditemui.
Ahadi bukan satu-satunya pejabat setempat yang main mata dengan Airin. Pegawai lepas Kelurahan Pakualam, Serpong Utara, Bachtiar Rivai, mengatakan Lurah Pakualam, Sulaeman, aktif dalam tim pemenangan Airin. Selama kampanye, lurah dan anak buahnya kerap membagikan atribut kampanye pasangan itu. “Sudah jadi pengetahuan umum kalau mereka mendukung Airin,” ujar Bachtiar, yang dipecat tak lama setelah menyampaikan informasi itu di Mahkamah Konstitusi.

Airin Rachmi Diany menyatakan akan menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi. “Saya sangat lapang dada menerima keputusan itu,” ujarnya. Ia menampik telah berkongkalikong dengan pejabat pemerintah setempat agar membantunya meraih kemenangan. “Saya menang pemilihan dengan cara-cara yang bersih,” ujarnya.

Airin menunjuk adanya surat edaran pemerintah kota yang berisi perintah netralitas kepada pegawai negeri. Surat itu terbit tiga hari menjelang pencoblosan. Lalu ada surat dari Panitia Pengawas Pemilihan Tangerang Selatan tertanggal 22 November, yang menyatakan pejabat pemerintahan telah bersikap netral.

Hakim konstitusi Achmad Sodiki dalam pembacaan putusan menyatakan surat-surat tersebut justru membuat Mahkamah Konstitusi semakin yakin adanya kecurangan. Menurut Achmad, surat itu, “Menguatkan kesan upaya menutupi keterlibatan aparat pemerintah.”

Surat Panitia Pengawas Pemilihan juga dianggap MK mencurigakan. Lazimnya lembaga itu menerbitkan surat jika terjadi pelanggaran. Jika surat dikeluarkan tanpa pelanggaran, kata Achmad, “Justru menimbulkan kesan adanya rekayasa.”

Meski begitu, para hakim konstitusi menolak mendiskualifikasi Airin dalam pemilihan ulang. Apalagi dalam sidang terungkap pasangan penggugat juga menjalankan praktek politik uang. Mahkamah hanya mau memerintahkan pencoblosan ulang, yang rencananya bakal digelar pada Maret mendatang.

Tak mau dikerjai dua kali, Endang Hardian berencana melaporkan para pejabat pemerintah ke kepolisian. Menurut dia, rencana itu sesuai dengan saran Mahkamah Konstitusi agar membawa kasus tindak pidana pelanggaran pemilihan kepala daerah ke kepolisian. Soal rencana laporan itu, Eutik Suarta enggan berkomentar. “Maaf, saya sedang rapat,” ujarnya seraya mematikan telepon.

Ali Irvan mendesak Kementerian Dalam Negeri menyelidiki keterlibatan pejabat pamong. Jika terbukti, mereka patut diberi sanksi keras. “Kalau dibiarkan, sulit mempercayai pemilihan ulang nanti bisa jujur dan adil,” katanya.

Sumber: http://jptangsel.com/?p=150, Oleh: Oktamandjaya Wiguna, Dianing Sari (Jakarta),          
Joniansyah (Tangerang)

Selasa, 07 Desember 2010

Tangsel Bicara di MK Soal Kecurangan Pilkada 2010 (Diduga Airin Rachmi Diany & Benyamin Dafni)


Rabu, 1 Desember 2010 09:49 WIB
Airin Rachmi Diany-Arsid & Andre Stinky Taulani Saling Tuding di MK
Warta Kota/Valentino Verry
Lokasi: Gambir, Warta Kota

SEJUMLAH saksi kubu Arsid-Andre Taulany, yang teridri atas lurah dan sekretaris lurah (Sekel) mengaku dipaksa untuk mendukung pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie. Hal itu terungkap dalam sidang gugatan hasil Pemilukada Kota Tangsel Selasa (28/11) di Mahkamah Konstitusi (MK) Gambir.

Sidang sengketa Pemilukada Tangsel itu dipimpin majelis hakim yang berjumlah tiga orang, yaitu Mahfud MD (Ketua), Arsyad Sanusi (anggota), dan Maria Farida Indrati (anggota). Sidang digelar dengan agenda mendengar keterangan saksi dari kedua belah pihak. Kemarin kubu Arsid mengajukan saksi 15 orang terdiri atas lurah dan sekel.

"Kami pernah dikumpulkan di rumah Ibu Airin di Alam Sutra Serpong. Intinya agar kami mendukung Ibu Airin. Saat pulang kami diberi uang Rp 2,5 juta. Yang hadir saat itu sekitar 54 lurah se-Tangsel. Yang memberi uang adalah H Rasyid, panitia acara itu," ucap Syahbudi, Lurah Benda.

Menurut Syahbudi, setiap apel Senin pagi, beberapa bulan menjelang pemilukada, camat memanggil seluruh lurah. Camat bertanya soal kondisi dan keadaan peta dukungan terhadap Airin-Benyamin. Camat meminta supaya dukungan itu terus digalang agar Airin menang saat pemilukada.

Hal yang sama diungkapkan saksi lain, di antaranya Djamaludin, Sujiana, Eddy, Harun. Keempatnya adalah sekel. Mereka mengaku diharuskan mendukung Airin-Benyamin. Sebagian dari mereka mengaku diintimidasi oleh camat jika diketahui berbeda pandangan. Bahkan di antara mereka ada yang dicopot dari sekel, dan diturunkan jabatannya menjadi staf di Kantor Kecamatan. Malah, Dede, staf honorer di Kelurahan Pisangan, yang juga saksi kubu Arsid, dipecat gara-gara tidak mendukung Airin.

"Saya sempat berdebat dengan Pak Lurah Idrus Asyani. Menurut saya, PNS itu harus netral, tidak boleh mendukung pasangan calon. Tapi malah dipecat saya sebagai PNS honorer. Saya dianggap tidak sejalan dengan lurah," ucapnya.

Dibantah

Namun keterangan para saksi kubu Arsid itu dibantah oleh saksi yang diajukan Airin. Dalam sidang tersebut kubu Airin juga menghadirkan 15 saksi, di antaranya terdapat pejabat Eselon I dan II Kota Tangsel, serta para camat. Mereka adalah Penjabat Wali Kota Tangsel, Eutik Suarta, Asda I Ahadi, Sekretaris Daerah Dudung Diredja, Kepala Dinas Pendidikan Dadang Sofyan, Kepala Dinas Kesehatan Dadang M Epid, Kepala Dinas Bina Marga Dandy P

Eutik Suarta mengatakan tudingan bahwa PNS Tangsel termasuk para lurah harus mendukung salah sati kandidat adalah tidak benar dan terlalu mengada-ada. Menurut Eutik, sejak sebelum masa kampanye dimulai, pihaknya sudah membuat surat edaran agar semua PNS tangsel bersikap netral, dan tidak terlibat politik praktis. Komitmen netralitas itu kata Eutik diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan soal netralitas PNS Tangsel antara Sekda/Kepala BKD, Dudung E Diredja, dengan Ketua Panwaslu Tangsel Muslih Basar.

Ahadi yang disebut-sebut terlibat dalam tim sukses juga membantah. "Saya tak mengenal Airin. Cuma ketemu saat ada acara. Saya juga tidak menandatangani surat memo soal dukungan kepada Airin," ucapnya.

Verry Muchlis, sekretasris tim sukses Airin, mengatakan bahwa kubunya telah melaksanakan semua proses pentahapan dengan baik. "Kami tidak punya kemampuan untuk melakukan dukungan secara terstruktur dan masif termasuk mengerahkan lurah atau sekel. Justru kubu nomor tiga yang melakuklan politik uang," tegasnya.

Mendengar keterangan dari para saksi itu, majelis hakim MK tampak bingung. "Ada apa ini? Kata saksi pemohon ada politik uang dan dukungan PNS, tapi kata saksi termohon, tidak ada. Ingat kalian disumpah sebelum bersidang. Jadi tidak boleh bohong. Karena keterangannya berbeda sekali," ucap Maria Farida.

Sidang akan dilanjutkan pada Rabu (1/12) ini. Ketua MK, Mahfud MD, meminta pihak termohon dan pemohon untuk menyusun daftar saksi dengan benar agar tidak ada yang luput dari sumpah. (Valentino Verry)

Sumber: http://www.wartakota.co.id/detil/berita/33467/Airin-Arsid-Saling-Tuding-di-MK

Rabu, 01 Desember 2010

Doa Rintihan Bunda Marissa Haque untuk Kejujuran Keadilan Pilkada Tangerang Selatan 2010

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan diputuskan Rabu pekan depan. Sebagai salah seorang warga Tangerang Selatan, Banten, khususnya Bintaro berharap dengan amat sangat bahwa Prof Mahfud MD Dosenku di FH-UGM Tetap Menjujurkan Keadilan di Tangsel. Karena saya pribadi menyaksikan ratusan kejahatan konstitusi yang sangat in-konstitusional didepan mata terkait dengan pelaksanaan pemilukada Tangsel 2010 kemarin ini sejak berjalannya dua tahun lalu segala persiapannya.

Doa rintihaku,
 Marissa Haque Fawzi

Sumber: http://marissahaque-universitas-trisakti.blogspot.com/

Selasa, 30 November 2010

Bicara Tangsel, Bicara Semangat Integritas Melawan Airin Rachmi Diany yang Diduga Curang: dalam Bunda Marissa Haque

Menyaksikan Politik Konstitusi Rapuh tidak Islami di Tangsel 2010

Jumat 19 November 2010

Menyaksikan Pemilukada Tangsel Kental dengan Pelanggaran dan Kecurangan

TANGSEL - Koordinator Lembaga Kajian dan Analisa Daerah Terpadu, Ade Yunus, memprediksi kalau pemilihan walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan akan berujung seperti yang terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Proses pemilihan akan diulang karena indikasi pelanggaran maupun kecurangan sangat kentara. "Berbagai pelanggaran tersebut memiliki persamaan dengan pelanggaran yang terjadi dalam Pilkada Pandeglang. Mahkamah Konsitusi menyatakan pilkada di daerah tersebut harus diulang secara keseluruhan," tutur Ade, Kamis (18/11).

Pengamat dari Universitas Muhammadiyah Jakarta itu mengatakan, indikasi pelanggaran maupun kecurangan yang terjadi dalam proses pemilihan di Tangerang Selatan Sabtu lalu dilakukan secara terstruktur, sistemik dan massif.

Berdasarkan data yang dihimpun LKADT, berbagai kecurangan tersebut diantaranya berupa penggelembungan suara, pengerahan birokrasi, dan politik uang. Indikasi penggelembungan suara dilakukan lewat perumusan daftar pemilih tetap. "Surat undangan memilih palsu dibuat agar pemilih palsu hadir di TPS," jelas Ade. Sedang tim pemenangan pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie, pasangan yang Rabu malam lalu ditetapkan sebagai pemenang, Ade menuding, melibatkan birokrasi dalam program kerjanya. "Tiga hal ini (mark up jumlah suara, pengerahan birokrasi dan politik uang) menjadi kekuatan kubu pasangan Arsyid-Andre Taulany untuk memenangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," katanya. (ti/isan)

Sumber: http://www.bantenpost.com/berita.php?berita=BU/BNTP/11/10/1316

Senin, 29 November 2010

Saran Optimalisasi ICT & IT untuk Tangsel dari Bunda Marissa Haque Fawzi

IT Governance and The Political Dimension

The Emergence of IT Governance

The need for strong IT governance has been recognized since the advent of IT itself. Methods and frameworks to support this have existed for decades, albeit never really attracting global following or mass media interest. This situation however changed in the late 1990's and the early years of the twentyfirst century.
 
Much of the change occured as a result of the natural maturing of the information technology sector itself. Much of it, however was driven by legislation stemming from political situations and decisions

The Political and Legislative Drivers

Often, legislation is passed as a result of public fear or corproate incident. This tendency also applies to the IT sector.
 
The earliest legislative involvement probably pertains to personal data, a reacrion fo public concern relating to the use of or disclose of private personal information. This is particularly the case in europe and the UK (the 'Data Protection Act 1998'). However, legal requirements gradually embraced other areas, perhaps less obvious to the layman.
 
However, the biggest development of all came in the United States, and resulted from a series of financial scandals, most notably Enron and WorldCom. This was of course the Sarbanes-Oxley Act. This was not specifically directed at IT, but the implications for IT were immense. The landscape had changed, as the need for controls and clarity became a legal requirement. Frameworks and methods to support this were now in vogue, indefinitely.

What Are The IT Governance Frameworks?

Over the years, a number of frameworks have emerged, each with their own strengths and weaknesses, but also, each with their own focus and purpose. Hardly suprisingly perhaps, many revolve around ISO standards (or are documented by ISO standards),but not all of them.
The major frameworks are currently:
  • ISO 20000 - focusing upon IT service management
  • ITIL - a lower level framework again for ITSM
  • ISO 17799 / ISO 27001 - focusing upon information
  • Six Sigma - focusing upon operational performance and defect identification
  • COBIT - framework for information IT management risks
  • Balanced Scorecard - a framework for measuring a company's activities in terms of its vision and strategies
  • Prince2 - a project management method
Each of these frameworks is investigated in this section of PoliticalInformation. The history of each is summarized, along with our assessment of thier likely long term future.

Quick Links:
ITIL
ISO 17799
Note: Still being populated (one link per framework, in advance of our forthcoming dedicated links page)

Gugatan pada AIB Tangsel (Airin Rachmi DIany-Benyamin Dafni) di MK oleh Andre Taulani Stinky & Arsyid

Gugatan Pemilukada, Pertarungan Andre 'OVJ'-Airin Dimulai

Sumber: http://news.id.msn.com/okezone/regional/article.aspx?cp-documentid=4488978

TANGERANG - Sidang perdana gugatan hasil sengketa Pemilukada Tangerang Selatan di Makamah Konstitusi (MK) dimulai, hari ini.

Dalam sidang gugatan itu, pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie akan melawan dua pasangan calon nomor urut satu Yayat Sudarajat-Norodom Soekarno dan nomor urut tiga Arsid-Andre Taulany.

"Agenda sidang gugatan Pemilukada adalah pembacaan berkas masing-masing penggugat. Gugatan mereka di MK, terkait PNS tidak netral oleh Pemkot Tangsel, penggelembungan suara oleh KPU Tangsel, dan politik uang oleh tim sukses Airin-Benyamin," beber Ketua Tim Sukses Pasangan Airin-Benyamin Very Muchlis Ariefuzzaman kepada okezone, di BSD, Serpong, Minggu (28/11/2010).

Very menjelaskan, gugatan pasangan calon nomor urut satu dan tiga di MK sangat tidak mendasar. Karena hanya dilandaskan pada opini dan asumsi tim sukses pasangan calon semata. Tidak ada data-data dan bukti otentik yang cukup kuat untuk memenangkan gugatan di MK. Untuk itu, pihaknya yakin menang dalam gugatan MK.

"Kalau menurut keyakinan saya, Bapak Mahfud MD di MK akan memenangkan pasangan Airin-Benyamin. Sesuai dengan sidang pleno KPU Tangsel di Wisma Syahida UIN Syarif Hidayatullah. Kecuali, mereka punya bukti konkret terkait pelanggaran yang kami lakukan. Kilah Very Muchlis Ariefuzzaman Ketua Timses pasangan AIB (Airin-Benyamin) didampingi Ocil asistennya," sebutnya.

Very menuturkan, dalam kasus PNS tidak netral yang melibatkan pejabat teras Pemkot Tangsel, kasus itu terjadi jauh hari sebelum kampenya Pemilukada Tangsel. Begitupun dengan penggelembungan suara dan politik uang.

"Dalam kasus penggelembungan suara, kita punya formulir C1 di 1890 TPS. Lengkap dengan tanda tangan masing-masing saksi dari pasangan calon. Jadi tidak mungkin terbantahkan. Sedang untuk politik uang, mereka lah yang melakukan kecurangan," cetusnya.

Sumber Tulisan (Pasangan Yayat-Norodom): "Very Muchlis Ariefuzzaman Kebakaran Jenggot Membela Pasangan AIB (Airin-Benyamin) di Pemilukada Tangsel 2010"

Jumat, 13 Agustus 2010

Manusia Sebenarnya Sedang Tidur: Bunda Marissa Haque Fawzi untuk Tangsel 2010

Dalam sebuah perenungan panjang, tatkala kutatap lalu lalang manusia yang menyemut dalam sebuah perjalanan panjang Bintaro ke Jakarta Pusat, terbayang wajah-wajah banyak manusia melangkah dengan mata terpejam. Ah, mereka sedang tidur!

Annemarie Schimmel, seorang wanita keras hati namun halus budi yang dititipi Allah kecerdasan diatas rata-rata dengan kemampuan verbal yang sangat lancar, adalah salah seorang role model ku didunia Sufisme/Tasawuf. Dalam salah satu buku tulisannya yang berjudul Jiwaku adalah Wanita, didalam paragraf pembukanya diceritakan sebuah kisah tentang seorang guru India yang sedang berkunjung ke Damaskus, Syria. Buku yang diceritakan tersebut adalah sebuah buku tua terbitan 1872 dengan judul Padmanaba dan Hasan. Disana sang guru India tersebut memperkenalkan awal langkah misteri kehidupan spiritual kepada seorang anak laki_laki yang bernama Hasan yang membawanya kesebuah ruang bawah tanah. Ada sebuah keranda yang berdampingan dengan bekas singgasana Raja teronggok, dikelilingi sekumpulan harta benda ratna mutu manikam yang tak ternilai. Pada keranda tersebut terpatri kata-kata “…sebenarnya manusia itu semua sedang tidur, ketika mereka meninggal dunia, pada saat itulah mereka sebenarnya terbangun.” Schimmel kemudian baru menyadari belakangan bahwa ternyata sepenggal kata-kata yang terpatri tersebut adalah hadis Rasulullah Muhammad yang amat disukai dikalangan para Sufi dan penyair dunia Islam.

Didalam konteks posisiku sebagai anggota DPR terpilih periode 2004-2009 melalui partai Politik PDI Perjuangan, aku merasakan sepotong tulisan yang saya kutip diatas dari buku Annemarie Schimmel, adalah sebuah metafora pula dari penggalan lain langkah kehidupanku dalam kaitan dengan dunia politik. Betapa kehidupan singkat manusia ini hanyalah sepenggal mimpi pendek bunga tidur yang akan menetukan sebuah kehidupan abadi lainnya setelah alam dunia ini. Betapa sesungguhnya mimpi pendek ini sangat silau dengan tipu daya yang menjerumuskan. Alangkah kita nantinya akan menyesali ayunan langkah kehidupan yang telah kita lakukan, saat kita menyadari bahwa dikala mati kelak tidak satupun harta dunia akan terbawa.
Menjadi seorang anggota DPR, merupakan amanah sekaligus ujian dan jebakan yang nyata, yang akan menguji apakah dipenghujung langkah hidupku kelak aku layak menjadi kekasih Allah dan sahabat Rasulullah.

Dimana kebutuhan transendental merupakan intrinsik atau innate property yang membuat setiap manusia itu cinta Illahi—apapun agama yang dipeluknya—dan ingin bersatu dengan Nya dikehidupan abadi kelak. Saat itu adalah saat dimana manusia sudah benar-benar bangun dari tidurnya. Namun sekarang masalahnya. Apakah manusia mengetahui bahwa sebenarnya mereka itu sedang tidur pada saat mereka sedang melakukan aktifitas kesehariannya? Wallahualam bisawab. Semoga Allah SWT membimbing pada jalan keselamatan didunia dan di akhirat, dan mengumpulkan kita semua kelak didalam tempat yang sejuk serta penuh dengan cahaya cinta kasih abadi.

(Jakarta, 12 Juli, 2004 oleh Marissa Haque Fawzi untuk Majalah Noor edisi September 2004)